3 Kebiasaan yang Mengarahkan pada Burnout

stress-543658_640

Burnout tidak terjadi dalam sekejap. Rasa lelah yang ekstrim, ketidakefektifan dalam bekerja, dan lesu dalam bekerja akan meningkat secara perlahan. Jika hal ini terus berlanjut, maka pada suatu saat akan ada satu titik di mana Anda rasanya tidak ingin bangun dari tempat tidur untuk berangkat ke kantor.

stress-543658_640

Biasanya hal yang menyebabkan burnout yaitu project yang terlalu banyak, ketidakadilan dalam bekerja dan reward yang tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan. Namun ternyata bukan hanya ketiga hal tersebut yang dapat menyebabkan burnout. Beberapa kebiasaan yang sering Anda lakukan pun ternyata dapat mengarahkan pada burnout.

Baca juga: Mengatasi Burnout di Tempat Kerja

Dalam arti lain, Anda menciptakan burnout Anda sendiri. Kebiasaan apa saja yang dapat mengarahkan Anda pada burnout? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Mengecek email sepanjang waktu

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh American Psychological Association, workplace telepressure atau dorongan untuk merespon segala pesan yang berkaitan dengan pekerjaan ternyata dapat meningkatkan tingkatan stress, pola tidur yang buruk dan masalah kesehatan yang bisa membuat Anda absen kerja. Jika Anda ternyata masih mengecek email bahkan ketika jam kerja sudah berakhir, artinya Anda menghapuskan batasan antara kehidupan professional dan pribadi Anda.

Solusinya, berikanlah jadwal kapan Anda harus mengecek email. Anda juga bisa mencoba untuk mematikan notifikasi email Anda sehingga tidak muncul di layar gadget Anda. Tidak langsung membalas email tidak akan membuat Anda kehilangan pekerjaan Anda.

2. Bekerja pada jam istirahat makan siang

Jam istirahat makan siang seharusnya dipergunakan, tentu saja, untuk beristirahat. Namun Anda berpikir jika Anda bisa menjalankan keduanya bersamaan, hal tersebut akan lebih baik. Makan siang sambil menyelesaikan pekerjaan Anda ternyata dapat membuat Anda overeating. Selain itu Anda juga kehilangan kesempatan untuk memperbaiki aliran darah dan detak jantung Anda.

Solusinya, Anda bisa menjadwalkan satu atau dua makan siang di luar meja kerja Anda. Pergi makan siang dengan rekan kerja Anda, atau anak baru yang masih mempelajari budaya perusahaan bisa menyegarkan pikiran Anda. Sekali Anda menjadwalkannya, secara tidak langsung Anda akan membiasakan diri Anda untuk melakukannya.

Baca juga: 5 Cara Kalahkan Stress pada Pekerjaan

3. Tidak menjadwalkan ‘me time

Lihatlah jadwal Anda. Kapan terakhir kali Anda menjadwalkan ‘me time?’ Jika jadwal Anda hanya dipenuhi dengan meeting, meeting dan meeting, mulai sekarang Anda harus membuat jadwal ‘me time’ Anda.

Solusinya, jadwalkan ‘me time’ dengan waktu dan kegiatan yang spesifik. Misalnya, “menonton tayangan A di televisi pada Rabu malam” atau “membaca buku B pada Jum’at malam sebelum tidur.” Waktu dan aktivitas yang spesifik akan membuat Anda menjalankan ‘me time’ Anda tanpa perasaan bersalah. (*)

Tags: ,