10 Negara dengan Kebijakan Cuti Melahirkan Terbaik

parental leave

Amerika Serikat memang melakukan banyak hal yang baik, namun tidak dengan cuti melahirkan bagi kedua orang tua. Dari 196 negara di dunia, Negeri Paman Sam adalah satu dari empat negara yang tidak memiliki kebijakan khusus bagi para orang tua baru. Hal ini menjadi beban bagi kedua belah pihak, baik itu negara ataupun orang tua baru.

parental leave

(Credit image: hrreview.co.uk)

Untungnya apa terjadi di Amerika, tidak diikuti di negara lain. Beberapa negara bahkan memiliki kebijakan cuti melahirkan bagi kedua orang tua, yakni ayah dan ibu hingga satu tahun lamanya. Cukup mengagumkan bukan?

Negara mana saja yang masuk dalam kategori ini? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Finlandia

Para calon ibu di Finlandia dapat memulai cuti melahirkan mereka tujuh minggu sebelum perkiraan tanggal kelahiran. Setelah itu pemerintah memberikan 16 minggu tambahan, tidak memandang apakah sang ibu seorang pelajar, tidak bekerja ataupun bekerja sendiri. Selain itu negara juga memberikan delapan minggu cuti melahirkan.

Setelah anak berusia tiga tahun, kedua orang tua dapat mengambil partial care leave. Sehingga orang tua dapat membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan mereka. Jatah cuti tersebut berlaku hingga anak berada di tingkat dua sekolah dasar.

2. Denmark

Para ibu di Denmark mendapatkan total 18 minggu cuti melahirkan: 4 minggu sebelum kelahiran dan 14 minggu setelah melahirkan. Dalam periode 14 minggu tersebut, para Ayah pun juga mendapatkan jatah cuti selama 2 minggu.

Dari sudut pandang tersebut, orang tua dapat membagi jatah cuti melahirkan yang mereka dapatkan selama 32 minggu. Cuti tersebut dapat diperpanjang hingga 14 minggu jika anak ataupun orang tua. Secara hukum yang berlaku, pemerintah meng-cover 52 minggu cuti melahirkan, meskipun tidak semuanya dibayar secara penuh.

3. Swedia

Para orang tua baru di Swedia mendapatkan waktu 480 hari cuti dengan bayaran 80% dari gaji mereka. Dari 480 hari tersebut, 18 minggu dikhususkan untuk ibu dan sisanya bisa dibagi antara kedua orang tua. Uniknya, para Ayah baru juga memiliki jatah cuti selama 90 hari loh! Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun bonding antara Ayah dan anak di saat yang bersamaan dengan ibu yang juga membangun bonding.

4. Belgia

Para ibu di Belgia dapat mengambil cuti melahirkan hingga 15 minggu. Dalam 30 hari pertama setelah melahirkan, mereka mendapatkan bayaran 80% dari gaji, dan mendapatkan bayaran 75% dari gaji untuk jatah cuti sisanya. Para Ayah diberikan jatah cuti selama 10 hari dengan tiga diantaranya dibayar secara penuh. Sedangkan tujuh sisanya dibayar 82% dari gaji mereka. Hal ini hanya berlaku selama empat bulan pertama usia bayi. Menariknya lagi, para ibu bisa mengambil part-time leave selama delapan minggu loh!

5. Islandia

Para orang tua di Islandia sepertinya dapat puas melihat perkembangan satu tahun pertama putra putri mereka. Bagaimana tidak, kedua orang tua mendapatkan jatah cuti selama sembilan bulan yang bisa dibagi berdua loh! Ibu dan Ayah mendapatkan masing-masing tiga bulan, sedangkan sisa tiga bulan lainnya menjadi pilihan orang tua untuk membaginya. Selama cuti, kedua orang tua mendapatkan bayaran 80% dari gaji mereka.

6. Serbia

Setelah melahirkan, ibu-ibu di Serbia dapat mengambil cuti dengan bayaran penuh selama 20 minggu. Setelah itu mereka mendapatkan tambahan satu tahun penuh cuti. Namun dengan kompensasi yang menurun setiap beberapa minggunya. Selama 26 minggu pertama cuti dibayar secara penuh, pada minggu ke 27-39 bayarannya menurun hingga 60% dan minggu 40-52 menurun lagi hingga 30%. Sedangkan para Ayah baru mendapatkan jatah cuti penuh berbayar selama satu minggu.

7. Norwegia

Sistem cuti melahirkan di Norwegia ternyata sangat fleksibel dan murah hati. Bagaimana tidak? Seorang ibu baru dapat mengambil cuti selama 35 minggu dengan bayaran penuh atau 45 minggu dengan bayaran 80%. Selain itu Ayah dapat mengambil jatah cuti hingga 10 minggu, bergantung pada pendapatan istri mereka. Kedua orang tua juga mendapatkan tambahan 46 minggu dengan bayaran penuh atau 56 minggu dengan bayaran 80% yang bisa dibagi berdua.

8. Hungaria

Para ibu di Hungaria mendapatkan jatah cuti 24 minggu dengan bayaran 70%. Cuti ini dapat dimulai empat minggu sebelum perkiraan tanggal kelahiran. Sedangkan para ayah mendapatkan satu minggu cuti dengan bayaran penuh. Setelah 24 minggu tersebut berakhir, kedua orang tua dapat mengambil 156 minggu jatah cuti yang bisa dibagi oleh keduanya. Dalam 104 minggu pertama, kedua orang tua mendapatkan bayaran 70% dan flat rate untuk minggu sisanya.

9. Estonia

Sebanyak 140 hari cuti dengan bayaran penuh diberikan kepada para Ibu di Estonia. Cuti ini dapat dimulai sejak 30-70 hari sebelum perkiraan tanggal kelahiran. Para Ayah mendapatkan jatah dua minggu dengan bayaran penuh. Setelah jatah cuti 140 hari selesai, kedua orang tua mendapatkan jatah cuti tambahan selama 435 hari yang bisa dibagi keduanya. Kompensasi dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan kedua orang tua.

10. Lithuania

Lithuania menjadi negara dengan kebijakan cuti melahirkan yang terbaik. Mengalahkan negara Nordic lainnya, para ibu baru mendapatkan jatah cuti 18 minggu, para Ayah mendapatkan 4 minggu dan kedua orang tua mendapatkan jatah cuti tambahan selama 156 minggu atau 3 tahun!. Wah cukup mengagumkan bukan?

Bagi jatah cuti yang dibagi antara kedua orang tua, mereka bisa memutuskan apakah ingin dibayar penuh pada 52 minggu pertama (hingga anak berusia satu tahun) atau dibayar 70% bagi 104 minggu pertama (sampai anak berusia 2 tahun). Sedangkan jatah cuti sisanya tidak dibayar. (*)