Hijau di Sekolah Alam

Sesuai namanya, Sekolah Alam Indonesia (SAI), maka alam menjadi poin penting dalam pengelolannya. Memasuki sekolah yang menggunakan metode pembelajaran active-learning di Jl. Anda No. 7X, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan, terhampar pohon-pohon rindang di atas lahan seluas 6.800 meter persegi.

Bicara tentang go green, sudah tentu tidak asing lagi bagi sekolah ini. Pepen Supendi, Principal Sekolah Alam Indonesia, menyebut program  go  green yang  diterapkannya, antara  lain  mempertahankan  rehabilitasi areal  sekolah  agar  tetap  hijau  dan  90% lahan adalah areal terbuka sebagai resapan air. “Kelas untuk media belajar pun tidak bersekat dinding sebagaimana sekolah pada umumnya, tapi lebih memanfaatkan saung-saung dan alam itu sendiri,” ujar Pepen.

Contoh  lain,  Pepen  melanjutkan,  dalam aktivitas  belajar-mengajar  ditekankan memakai barang bekas sebagai media belajar serta memasukkan kegiatan  berkebun di dalam kurikulum pembelajaran. Proses sosialisasi dan mencari dukungan dalam membangun kultur go green, diakuinya, tidak ada kendala berarti.

“Proses  ini  biasanya  kami  laksanakan  dalam  event-event yang melibatkan seluruh komunitas. Misalnya, dalam  kegiatan  market  day.  Di  kegiatan  ini,  beberapa aturan dibuat, antara lain, alat pembungkus diupayakan bukan berasal dari plastik, tempat sampah di setiap pojok ruangan, dan barang jualan hasil karya anak adalah produk dari daur ulang,” jelas Pepen lagi.

Tidak  hanya  mengajak  anak  didik,  Pepen menambahkan, manajemen pun memberi kontribusi konkret  dalam  mendukung  program  go  green. “Yakni, dengan cara menjadikan guru sebagai figur atau teladan dalam pelaksanaan go green sebelum hal itu dilakukan oleh seluruh komunitas sekolah,” paparnya.

SAI sendiri, diakui Pepen, mendukung diterapkannya go green di perusahaan-perusahaan demi memicu efisiensi  di  semua  aspek  kehidupan.  Tak  mau ketinggalan dengan perusahaan, bapak dua putra ini menganggarkan dana sebesar Rp 10 juta per tahun untuk dialokasikan ke program go green di sekolah. “Dengan adanya program go green kami berharap  SAI  bisa  menjadi  wadah  beraktivitas, tempat  yang  menyenangkan  dan  nyaman  bagi kehidupan yang berkelanjutan,” tuturnya. Sella Panduarsa Gareta

Artikel ini dimuat pada Majalah HC, Februari 2010.