Mentoring System – Mentee Home Work

paulusbambangws

 

Oleh : Paulus Bambang WS (www.paulusbambangws.com)

twitter @paulusBWS

FB : www.facebook.com/paulusbambangws

 

Ada pepatah bijak yang mengatakan “employee development is employee responsibility.” Kemajuan Anda sebagai karyawan atau mentee bergantung pada kemauan Anda sendiri. Pengembangan karier Anda bergantung pada kemauan pengembangan kompetensi Anda sendiri. Jangan menggantungkan kemajuan Anda pada orang lain termasuk atasan atau perusahaan saja, tapi Andalah yang menjadi kapten dari karier Anda. Seperti wejangan Noel Tichy, pakar manajemen dari Michigan State University melalui bukunya yang menginspirasi banyak orang “Control your destiny or someone else will.”

Konsep inilah yang perlu disimak oleh para mentee agar proses mentoring berjalan dengan sukses. Mentee bukan hanya harus proaktif tapi harus menyiapkan pekerjaan rumah yang akan mengakselerasi pengembangan dirinya sendiri.

Ada Do and Don’t yang harus dipahami mentee agar proses mentoring berguna baik bagi Mentor maupun Mentee itu sendiri.

Do :

1. Mentor adalah orang yang membantu Anda mewujudkan pengembangan diri Anda, bekerjasamalah dengan mentor sejak perumuskan tujuan mentoring ini.

2. Ceritakan secara terbuka kekuatan, kelemahan, aspirasi dan tujuan karir Anda dengan jelas dan transparan. Semakin Anda mengkomunikasikan dengan tajam akan semakin cermat mentor merencanakan tindakan selanjutnya.

3. Aktiflah dalam membina hubungan dengan mentor dan upayakan komunikasi yang konsisten dan kontinyu baik secara formal dan informal. Semakin ada kedekatan hubungan maka proses mentoring akan semakin dalam.

4. Segera berikan umpan balik kepada mentor ketika satu target atau program sudah dilalui. Jujurlah evaluasi pekerjaan ini apakah sesuai dengan harapan dan apakah perlu perbaikan.

5. Rencanakan pertemuan dengan baik, rancanglah tujuannya dan bersiaplah untuk mendapat tugas baru yang menantang.

Don’t :

1. Bergantung sepenuhnya pada Mentor untuk merancang karir masa depan Anda dan percaya bahwa mentor lebih tahu dari Anda

2. Bertemu tanpa bersiap, dan bicara seadanya saja. Ingat mentor tak akan mengerti ‘the why’ dengan baik kecuali Anda mengemukakan secara jelas

3. Menyalahkan mentor bila program tidak berjalan dengan semestinya

4. Menyalahkan mentor yang kelihatannya tidak punya waktu untuk berdialog dengan anda. Anda harus pintar mencari dan mencuri waktu dan hati mentor. Ketika ini terjadi, proses akan berjalan dengan semakin baik

5. Berhenti di tengah jalan karena merasa sudah mampu berjalan sendiri.

 

Pengalaman saya menunjukkan, setiap mentee yang tekun menjalankan proses mentoring dengan baik akan semakin cepat dewasa dan akselerasi kompetensi, karakter dan calling-nya semakin tinggi. Tidak ada manusia yang bisa tumbuh sendiri, dia memerlukan orang lain untuk membantu pertumbuhannya.

Saran saya, jadilah mentee yang baik, persiapan kerangka kerja dengan Plan Do Check Action yang rapi dan sistimatis, ini akan membuat Anda bertumbuh secara cepat untuk menatap masa depan yang lebih baik.

 

Pertanyaannya :

1. Di tempat Anda bekerja, seberapa banyak mentee yang punya komitmen untuk menjadi mentee yang baik bagi mentornya ?

2. Apakah Anda memiliki mentor yang mengerti kebutuhan Anda ? Bila belum carilah seseorang untuk menjadi mentor Anda. Ingat tak ada orang yang bisa tumbuh sendiri, perlu orang lain agar Anda tidak jatuh ke lubang yang sama dan mengulangi kesalahan yang pernah dibuat mentor Anda.

 

*) Good Morning Partner dari Paulus Bambang WS hadir di PortalHR.com setiap Senin, dua minggu sekali. Tunggu edisi selanjutnya, Senin 4 Maret 2013. Edisi-edisi sebelumnya dapat dibaca melalui link di bawah ini. Kami juga mengharapkan partisipasi pembaca melalui form komentar. Komentar-komentar menarik akan mendapatkan hadiah buku dari penulis.

Tags: ,