Job Evaluation & Job Grading

Tanggal : 27-28 September 2011

Waktu : 09.00-17.00 WIB

Tempat : Hotel atau Business Center di Jakarta

 

Trainer

Heru Cokro / Abdul Aziz / Krisdiani Syamsudin

Para Professional dan Praktisi iSDM memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dibidangnya masing-masing. Dengan  berbagai jabatan yang pernah dipegang antara lain : Operational Director, Training & People Development Manager, Training Manager, Head of waste water treatment facility, Finance Director, Financial Planning Manager, Sales Manager, HR Direktur, dll. dan pernah bekerja di perusahaan multinasional maupun organisasi internasional seperti Astra International, The National Conservation – US Based NGO, dll) serta lulusan dari universitas terkemuka dari dalam dan luar negeri.

 

Investasi : Rp 3.000.000 (Termasuk materi handout, CD Modul, 2x coffee break, makan siang, dan sertifikat).

 

Pengantar :

Job evaluation adalah sebuah tahap yang penting dalam penyiapan infrastruktur pengelolaan SDM, yaitu suatu proses sistematis untuk memperbandingkan (secara relatif) satu pekerjaan dengan pekerjaan lain, sehingga didapatkan suatu besaran (bobot) pekerjaan. Job evaluation merupakan proses menyepakti sebuah metoda untuk membandingkan secara relatif suatu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, dimana hasil akhir dari proses job evaluation adalah Job weight (bobot pekerjaan/jabatan).  Dengan mengetahui bobot pekerjaan/jabatan maka dengan seksaman manajemen akan mempunyai suatu tolok ukur baku untuk menetapkan imbal jasa atas suatu pekerjaan yang secara relatif lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang lainnya. Dengan mengetahui bobot pekerjaan/jabatan maka manajemen juga dapat merencanakan pengelompokan (clustering) suatu jabatan, untuk kemudian disusunkan peta jenjang karir dari masing-masing jabatan. Serta beragam manfaat lainnya dalam rangka operasionalisasi pengelolaan SDM.

Dikenal banyak metoda dalam melakukan job evaluation, mulai yang sederhana atau non analitis (untuk organisasi berukuran kecil dan simple)  hingga metoda yang analitis(untuk organisasi berukuran besar dan komplek).  Faktor utama dalam melakukan job evaluation adalah menentukan “factor compansable”, dimana beberapa konsultan besar yang mempunyai kompetensi menyusun/design sistem imbal jasa pasti sudah mempunyai factor compansable yang generik dan dapat digunakan oleh beragam organisasi/industri. Namun ada kalanya setiap organisasi/perusahaan ingin mencoba menyusun factor compansable yang secara specifik berlaku bagi organisasi yang bersangkutan karena alasan ke-khasan (specific) organisasi, dimana faktor-faktor tersebut masih belum terakomodasi secara optimal.(taylor made untuk compansable factor yang akan digunakan dalam Job Evaluation.

Berdasarkan penentuan faktor compansable tersebut maka dimulailah penilaian secara relatif (memperbanding-kan satu pekerjaan dengan pekerjaan suatu pekerjaan / jabatan lain) yang menjadikan dasar pijakan dalam mengukur bobot jabatan / pekerjaan. Yang selanjut-nya dapat digunakan sebagai upaya untuk menerapkan suatu kebijakan di bidang imbal jasa (reward manajemen), peta karir serta upaya pengembangan dan pelatihan  melalaui suatu teknik grading (stratifikasi jabatan / pekerjaan).

 

Outline :

1. Posisi Job Evaluation dalam infra struktur pengelolaan SDM.

2. Konsep dan prasarat dalam melakukan job evaluation.

3. Metoda non analitis (sederhana) dan analitis (logis-sistematis) dalam Job evaluation.

4. Menentukan compansable factor dengan teknis survey lapangan (taylor made).

5. Membuat dan menyepakati tabel/chard dalam melakukan Job analysis.

6. Memanfaatkan hasil penghitungan bobot jabatan dalam melakukan analisa sistem imbal jasa (internal-external comparation)

Work shop menggunakan tools aplikasi (excel) dalam menetapkan dan menyusun compansable factor yang berujung pada tersusunnya tabel/chard Job Evaluation.

 

 

My Fieldset
  1. (required)
  2. (valid email required)
 

cforms contact form by delicious:days