Creating Your Career Compass: Producing Motivation through Clear Sense of Direction

creating career kompas

creating career kompas

CREATING YOUR CAREER COMPASS WORKSHOP

HOTEL SAHATI, 12 JUNI 2014

Setiap pekerja, baik karyawan maupun pebisnis, saat ini ibarat sedang mengangkat barbel seperti layaknya atlit angkat besi. Di satu sisi ada beban masalah atau tuntutan kehidupan pribadi, di sisi lain adalah masalah atau tuntuan kehidupan profesional atau kerja. Dan barbel tersebut bukannya semakin ringan malah semakin berat di usia yang tidak semakin muda. Pada sisi kehidupan pribadi seperti yang kita ketahui harga dan biaya hidup semakin tinggi di tengah penghasilan yang segitu-segitunya. keinginan untuk sekolah lagi, memiliki rumah dan kendaraan, pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita serta masalah antar keluarga dan kesehatan membuat beban kehidupan pribadi menjadi semakin berat.

Di sisi kehidupan profesional, tantangan menuju sukses semakin berat. Bagi karyawan, beban kerjanya adalah bagaimana mencapai target yang semakin tinggi dengan sumber daya seperti manusia, bahan baku maupun budget yang semakin sedikit. Belum lagi ketika berbicara tentang masalah-masalah dalam bekerja sama dengan rekan kerja, atasan maupun pelanggan yang punya wataknya masing-masing. 70% lebih dari 500 profesional yang saya survei tidak merasa termotivasi ketika mengingat pekerjaannya, terutama ketika berangkat ke tempat kerja di Hari Senin. Perasaan negatif yang dominan adalah bosan, malas, bingung bahkan takut atau tertekan.

Di buku pertama saya Ngapain Kerja Kalau Terpaksa? Bagaimana Menikmati Kerja, ada beberapa cara untuk bisa menikmati kerja, pertama, Mempunyai sahabat di kantor sehingga masalah bisa terbagi walaupun belum tentu terpecahkan, kedua, Menyukai apa yang dikerjaan sehingga waktu terasa cepat berlalu, ketiga, memiliki makna karena orang yang tahu manfaat dari pekerjaannya lebih kuat terhadap stres. Keempat adalah pekerja yang memiliki dan sedang mengejar cita-citanya. Memang manusia kalau sudah ada maunya menjadi lebih ulet, kekeuh, tangguh dan inovatif.

Di sinilah pentingnya perencanaan karier. Pekerjaan bisa membuat kita semua merasa seperti zombie, mayat hidup yang menjalani rutinitas yang sama bertahun-tahun tanpa perasaan, tanpa pikiran kritis dan keinginan untuk berkembang, bahkan pelarian dari stres di kantor bisa menimbulkan masalah di rumah seperti perselingkuhan, kecanduan hobby sehingga “menelantarkan” keluarga. Padahal merekalah salah satu alasan kuat seseorang bekerja. Dengan memiliki dan terus mengejar cita-cita yang hakiki seorang profesional bisa tidak terlena bahkan tersesat dalam menjalani kehidupan belantara pekerjaan.

Kerja memang seperti belantara yang membuat saya dan Anda bisa menikmati keindahan alam namun jika tidak terampil bisa tersesat dan sengsara. Setiap keputusan yang kita ambil dalam meniti karier berdmpak pada kesehatan, keharmonisan dan kesejahteraan diri dan orang-orang yang kita sayangi. Oleh karena itu, Penting sekali memiliki pegangan dalam mengambil keputusan-keputusan dalam bekerja dan berkarier. Di sinilah Anda membutuhkan The Essential Career Compass atau pengangan yang membimbing Anda mengambil keputusan penting kehidupan profesional Anda. Dengan dukungan keluarga, Career Compass ini meningkatkan keinginan Anda untuk maju, berkembang, berinovasi dan berkontribusi sehingga nilai diri kita pun meningkat di mata pelanggan dan perusahaan.

Career Compass ini saya buat setelah berenteraksi dengan banyak profesional sukses maupun yang mentok tentang success dan fail story mereka. Setelah tidak puas mempelajari bahkan mengajarkan konsep dari barat, akhirnya saya membuat toolset perencanaan karier yang melibatkan faktor-faktor penting orang Indonesia yaitu akhirat dan keluarga. Dalam pelatihan yang insya Allah akan diselenggarakan di Hotel Sahati, Ragunan, Hari Kamis – 12 Juni 2014, profesional yang hadir dibimbing untuk membuat blue print karier 1-10 tahun ke depan, baik bagi karwayan mula maupun yang sedang dalam masa persiapan promosi dan pensiun. Mengenali kekuatan unik diri dan cara mengembangkannya di pekerjaan saat ini dengan strategi untuk mendapat dukungan keluarga dan atasan.

Anda bisa mengkategorikan pelatihan ini sebagai pelatihan motivasi karena membentuk mindset dan motif seseorang untuk maju dan berprestasi, namun pelatihan ini juga tentang skillset dan toolset yang memberikan cara dan alat bagi seseorang untuk maju dan berprestasi. Oleh karena itu saya mengkategorikan pelatihan ini sebagai life skills training yang membahas soft competencies sebagai berikut:

1. Achievement orientation

2. Customer service orientation

3. Team work

4. Improvement & innovation

5. Integrity

6. Adaptability to change

7. Initiative

8. Willingness to learn

9.  Strive to success

Profesional yang kami harapkan bisa menikmati manfaat dari pelatihan ini adalah kelompok high potential (hi-Po / talent), yang sedang atau akan menghadapi proses seleksi untuk promosi, karyawan dengan motivasi kerjanya sangat rendah serta yang sedang dalam masa persiapan pensiun. Dari pelatihan ini, mereka akan membawa pulang Career Compass Individu dan progress plan, selain sertifikat, Buku The Essential Career Compass dan DVD yang berisi video yang dibuat khusus untuk memotivasi diri, keluarga serta tim di kantor.

Tentang penulis dan trainer Career Compass

Rivalino Shaffar (Rino) adalah trainer yang berpengalaman membantu profesional mengembangkan mindset proaktif dan kebiasaan-kebiasaan yang efektif. Rino juga menulis di media, salah satunya adalah Majalah Human Capital dan buku – buku perencanaan karier seperti Ngapain Kerja Kalau Terpaksa, Masih Mau Cuek dengan Kuliahmu, Menjadi Bawahan Berpengaruh dan The Essential Career Compass. Rino adalah Managing Director dari Skillmore Training.

Waktu: 12 Juni 2014.
Pukul: 08.30 – 15.30
Lokasi: Hotel Sahati, Ragunan. Jl. Taman Margasatwa no. 45
Investasi: Rp. 900.000. Early bird: Rp. 500.000 (untuk pembayaran sebelum tgl 7 Juni). Harga sudah termasuk makan siang.

Pendaftaran Peserta:

P. 62 21 5290 6813

iwan @ portalhr.com, info @ portalhr.com

Tags: ,