Presdir XL: Untuk Strategi Kami Belajar Dari Ahlinya

Hasnul Suhaimi

Menerapkan inovasi di dalam perusahaan tentu tidak semudah teorinya. Apalagi jika perubahan tersebut berhubungan dengan manusia. Presiden Direktur PT. XL Axiata, Tbk, Hasnul Suhaimi membenarkan bahwa perlu proses dalam menerapkan gebrakan baru terhadap organisasi.

Sejak dipegang oleh Hasnul pada tahun 2006, pertumbuhan XL semakin cemerlang, terbukti ia mampu membuat angka kenaikan yang cukup pesat pada tahun 2009. Di tangan Hasnul, XL mampu mencetak pendapatan sampai 13,9 triliun. Salah satu trademarknya yang membuat XL tak kalah bersaing dengan perusahaan telekomunikasi lain adalah tarif murah versi XL. Strategi ini dinilai jitu lantaran mampu menyentuh banyak segmen, pangsa pasar dan menyebabkan pendapatan XL menjadi semakin besar.

Hasnul mengakui bahwa dalam menjalankan bisnis telekomunikasi tidak bisa lengah sedikit pun, kita tetap harus berinovasi dan belajar dari ahlinya. Perkembangan jaringan teknologi informasi sudah mulai memasuki pangsa pasar Indonesia, untuk itu XL kini sedang membangun pengembangan implementasi 4G ke masyarakat. “Namun semuanya harus dibangun dengan baik terlebih dahulu, kami tidak akan meninggalkan 2G, karena pengguna ponsel masih banyak yang 2G. Begitupun 3G, dan jika semakin bagus arahnya, kami kini sedang mempersiapkan 4G untuk ke depannya,” ujar Hasnul yang kami temui di HRD Congress di Mega Kuningan Jakarta.

Penerima penghargaan CEO idaman dalam program Top 20 Most Admired (IMAC) 2013 beberapa waktu yang lalu ini menyampaikan bahwa perusahaan mesti menerima respon karyawannya saat mengimplementasikan perubahan yang baru. Menurutnya tidak semua karyawan akan menanggapi dengan positif setiap perubahan yang terjadi di perusahaan.  “Saya tahu, setiap perubahan yang terjadi, kita seperti menerangkan sebuah mindset kepada organisasi, jadi semua itu memang tidak mudah,” ujar Hasnul.

Dari pengalaman hidupnya ia belajar bahwa internet merupakan perubahan teknologi yang terlalu tinggi untuk bisa cepat diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu, ia merasa perlu menjalankan strategi yang berbeda untuk bisa berkompetisi dalam industri yang semakin pesat ini. Akhirnya Hasnul memutuskan untuk meng-hire 100 orang di luar industri untuk meningkatkan performa bisnisnya. Talent-talent tersebut dipilih berdasarkan keahliannya di bidang masing-masing, seperti advertising, banking, dll.

“Kita ambil 70% dari luar, 30% dari dalam untuk menjalani ini, kita belajar dari ahlinya kalau kita tidak tahu,” ungkap Hasnul yang juga aktif menuangkan cerita inspiratifnya ke dalam blog.

Hasnul pun mengakui bahwa gaya kerja zaman dulu dengan sekarang sedikit berbeda, ia menemui generasi yang pemikirannya lebih maju dan cepat. Hal itu merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi para pebisnis, siapa yang bisa mengatur mereka dengan benar itulah yang siap dalam bisnis. “Memang dengan adanya generasi baru, tumbuhnya perusahaan akan semakin lambat, karena kan kita harus menunggu dulu prosesnya sementara yang lain juga belum menghasilkan. Tetapi kita tetap berkomitmen dengan target di tahun ini,” tutup pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatera Barat itu. (*/@nurulmelisa)

Photo Courtesy: hasnulsuhaimi.com

zp8497586rq
Tags: ,