Jack Ma, CEO Alibaba Andalkan Kejujuran untuk Membantu Penggantinya

jack Ma alibaba

Sebuah kisah sukses terdengar dari seorang pemimpin perusahaan web ternama di China bernama Alibaba.com. Sang CEO, Jack Ma, yang juga founder dari perusahaan tersebut, telah mengantarkan Alibaba meraup untung sebesar 40 miliar USD hanya dalam waktu 13 tahun. Sebagai perbandingan, dalam kurun waktu yang sama sejak pertama berdiri, Apple baru dapat menghasilkan sebesar 8,9 miliar USD.

Pada bulan Mei nanti, Ma akan mengundurkan diri sebagai CEO dan akan digantikan oleh Jonathan Lu Zhaoxi. Proses pergantian CEO mungkin bisa dikatakan sebagai proses rutin yang awam terjadi pada sebuah perusahaan. Perusahaan hanya perlu menyewa consulting firm untuk membantu mereka memilih kandidat terbaik, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Yang menjadi rumit justru adalah ketika CEO sebelumnya telah tumbuh menjadi sosok yang terlampau berpengaruh, bukan lagi sebagai pemimpin melainkan menjadi hidup/nyawa dari perusahaan tersebut.

Ma dikenal sebagai pemimpin yang handal, semua orang beruntung telah bekerja sama dengannya. Berkaitan dengan transisi tersebut, ia menuliskan dalam emailnya, “Menggantikan seorang founder CEO memang sulit, terlebih lagi mengambil alih dari seorang CEO yang memiliki kepribadian berbeda dari orang kebanyakan….”

Sebagian orang mungkin menginterpretasikan kalimat tersebut sebagai bentuk arogansi dari seorang yang sukses. Tetapi, sebagian yang lain bisa saja mengartikan kalimat tersebut sebagai kejujuran seorang pemimpin, terlebih lagi karena pernyataan tersebut memang benar adanya. Dan ditilik dari kepribadian Jack Ma, maka penilain kedualah yang mendekati akurat. Hal tersebut membawa pada sebuah poin penting bahwa kejujuran dan keterbukaan bisa menjadi senjata ampuh untuk mengatur dan meyakinkan anak buah, mengarahkan mereka pada pemahaman tentang transisi.

Pada dasarnya kita semua menginginkan kejujuran dari pemimpin, tetapi kita sering sekali menjadi sinis karena terbiasa mendengarkan kalimat-kalimat politis atau pesan marketing perusahaan yang kata-katanya sengaja dibuat hiperbolis. Kalimat-kalimat kampanye maupun persuasi perusahaan tersebut tidak menginspirasi, tetapi seorang leader yang hebat mampu memberikan kejutan sekaligus meyakinkan anak buahnya dengan ungkapan yang langsung dan jujur. Untuk saat-saat trasisi, adanya perubahan dan ketidakpastian, cara-cara seperti itu menjadi sangat tepat.

Jack Ma meninggalkan posisinya dan menjabarkan dengan jelas apa saja tantangan yang dihadapi, apa harapannya terhadap karyawan dan pemimpin baru. Dengan sikap Jack Ma tersebut, John Kotter, professor leadership Harvard University dalam ulasannya pada Bloomberg.com memprediksikan bahwa transisi akan berjalan mulus dan karyawan akan menerima CEO baru dengan penuh respect.

Photo Courtesy of usa.chinadaily.com.cn

Tags: , ,