Google Miliki Tim Super Rahasia yang Tak Boleh Diketahui Nama Belakangnya

Google ternyata memiliki tim gabungan yang sangat rahasia, yang bahkan banyak pihak internal google yang tidak tahu-menahu bahwa tim tersebut ada. Saking berisikonya tugas mereka, bahkan anggota tim tersebut hanya diperbolehkan untuk menyebut nama depannya saja. Meskipun tidak banyak diekspose, kepada AdAge, sebuah perusahaan marketing agency global, Google memberi keterangannya tentang tim rahasia tersebut.

Kejahatan advertensi online sangatlah berbahaya. Bahkan, Biro Periklanan Internet menyatakan bahwa kejahatan online tersebut dapat merugikan brand pemasang iklan hingga 10.1 miliar dolar setiap tahunnya. Bagi Google sebagai perusahaan penjual spot iklan terbesar di dunia, hal tersebut tentunya menjadi masalah yang sangat serius. Setiap brand yang memasang iklan di Google tentunya menginginkan bahwa iklan yang mereka pasang tersampaikan kepada manusia, bukan sekelompok penjahat yang menggunakan botnet (robot internet) untuk memeras konsumen atau menciptakan “klik palsu” pada iklan yang dipasang.

Ketika AdAge berkunjung ke kantor pusat Google di London, perusahaan meminta agar AdAge hanya menulis nama pertama dari orang-orang yang ia tanya. Hal ini cukup beralasan karena kejahatan online berhubungan dengan kelompok organisasi kriminal sehingga keamanan anggota tim harus dijaga.

Baca juga: Bikin Brainstorming Efektif Cara Google

“Karena ini adalah lingkungan dari organisasi-organisasi kriminal yang tentunya tidak akan bersahabat kepada orang yang berusaha untuk melawannya,” ungkap Sasha, seorang teknisi dari Rusia.

AdAge mengungkapkan bahwa tim tersebut bekerja dalam sebuah ruangan besar dengan pintu raksasa yang memiliki pegangan melingkar yang berbentuk seperti kubah, yang justru menambah aura misteri di ruangan tersebut. Mereka memaparkan bahwa ruangan tersebut adalah ruangan paling besar, rahasia dan dilindungi dalam dunia web.

Tim pemberantas Botnet tersebut dipimpin oleh seseorang yang disebut dengan nama “Douglas De Jager”. Dia adalah pendiri spider.io , yang telah menjual perusahaannya pada Google satu tahun yang lalu dengan nilai yang dirahasiakan. Seluruh tim spider.io yang berjumlah 7 orang dibawa semua ke Google. AdAge mengatakan bahwa keahlian dari spider.io dengan kecanggihan komputerisasi yang dimiliki Google membuat kinerja perang melawan botnet meningkat secara dramatis.

Namun, kinerja dari tim ini masih terbatas oleh adanya departemen lain dari Google itu sendiri, yakni tim penjualan (sales). Mereka harus menghindar dari tim tersebut untuk menghindari konflik kepentingan. Karena bagaimanapun juga, tim penjualan akan berpikir untuk menjual iklan sebanyak mungkin sementara tim pemberantas botnet harus mencari adanya kejanggalan dari penggunaan iklan tersebut.

Setiap harinya, tim pemberantas Ads Fraud ini bekerja dengan melakukan scanning malware yang berlangsung hingga dua jam per sesi untuk melihat formula-formula bahasa pemrograman yang janggal dan menyadap forum-forum yang digunakan para penjahat internet untuk melakukan aksinya. Mereka hanya akan keluar dari tempat yang mereka sebut “dungeon” atau penjara bawah tanah tersebut untuk minum kopi atau mengambil snack di dapur Google di mana semua makanan gratis di tempat tersebut.

Menurut AdAge, kesuksesan dari Google tersebut tidak lepas dari senjata rahasianya yang dinamai “Powerdrill”.

“Powerdrill adalah sebuah sistem komputer yang mampu memproses sebanyak setengah triliun sel data dalam waktu kurang dari lima detik, sangat cepat. Alat tersebut pun mampu mempresentasikan hasil pemrosesan dalam bentuk chart atau grafik sehingga para teknisi lebih mudah melihat kejanggalan pada data. Seperti apabila data disisipi oleh nonhuman traffic atau trafik mencurigakan yang hanya dapat dilakukan oleh robot.”

Baca juga: Google Menangkan Best Place to Work versi Glassdoor

Tags: