20 Pertanyaan Sebelum Merealisasikan Ide Bisnis

2015 sudah lewat sebulan! Bagaimana kabar ide-ide Anda yang menunggu untuk diwujudkan? Sudah ada progress kah? Belum terlambat untuk memulai progressAnda dari sekarang. Di awal bulan ini, Anda bisa mulai untuk memikirkan kembali ide yang mungkin sudah Anda miliki di tahun-tahun sebelumnya, tapi terlalu takut untuk Anda ungkapkan dan wujudkan.

Namun, sebelum Anda memberikan waktu, uang, dan sumber daya lainnya untuk mewujudkan ide Anda, jawablah 20 pertanyaan ini! Keuntungannya, dengan menjawab 20 pertanyaan ini sebelum bergerak maju, Anda dapat memperkirakan kemungkinan berhasil atau gagalnya ide usaha Anda. Bahkan, pertanyaan ini bisa menjadi alasan dari beberapa entrepreneur wannabe akhirnya menghentikan langkah untuk merealisasikan idenya sebelum mereka memulai bisnis mereka.

Apa saja pertanyaan-pertanyaan itu? Inilah 20 pertanyaan krusial menurut entrepreneur.com:

1. Masalah apa yang Anda pecahkan?

Jika Anda tidak bisa dengan jelas mengungkapkan masalah yang akan dipecahkan oleh produk atau jasa Anda, ide Anda mungkin sulit untuk berhasil.

2. Bagaimana orang lain berusaha untuk memecahkan masalah tersebut sebelumnya, dan mengapa solusi mereka bisa berhasil atau gagal?

Banyak sekali yang bisa Anda pelajari dari orang-orang yang sudah mencoba sebelum Anda.

Baca juga: Sistem Pengelolaan perusahaan dan keuangan yang ideal

3. Berapa banyak keuntungan spesifik dari ide atau produk Anda?

Semakin banyak yang Anda temukan, semakin mungkin Anda menemukan kebutuhan yang nyata dan semakin besar kemungkinan anda untuk berhasil.

4. Bisakah Anda ungkapkan, dalam bahasa yang jelas, fitur utama dari produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Jika Anda tidak dapat dengan mudah memaparkan fitur utama dari ide Anda, itu merupakan tanda bahwa ide Anda belum terpikirkan dengan baik.

5. Apakah ide Anda sudah ada sebelumnya?

Apabila solusi yang sama sudah pernah ada, bagaimana Anda membuatnya berbeda? Jika Anda tidak memiliki fitur yang jelas berbeda, Anda sepertinya butuh ide yang baru.

6. Siapa yang akan menjadi pesaing Anda?

Mengetahui siapa yang akan Anda hadapi merupakan hal yang penting, dengan pasar yang terlalu ramai atau keadaan dimana konsumen memiliki ikatan yang kuat dengan brand yang dominan, ini pun akan membuat Anda lebih sulit untuk masuk ke dalam persaingan pasar.

7. Fitur utama apa dari produk atau jasa yang saya miliki, yang akan sulit ditiru oleh pesaing?

Sebelum Anda memulai bisnis Anda, Anda harus sangat jelas dalam membedakan diri Anda dengan para pesaing.

8. Sudahkan Anda melakukan SWOT Analysis?

Analisis ini akan membantu Anda untuk memahami kekuatan, kelemahan, keuntungan, dan ancaman dari ide yang Anda miliki.

9. Apakah Anda memiliki akses dengan berbagai sumber daya yang Anda butuhkan untuk membuka bisnis Anda?

10. Apakah Anda memiliki seorang mentor atau penasehat yang bisa Anda andalkan?

Ketika Anda memulai bisnis baru, mendapatkan masukan dari orang yang memiliki cakupan bisnis yang sama dapat mencegah terjadinya pengeluaran yang tidak diperlukan atau salah langkah.

11. Dapatkah Anda menyebutkan siapa yang akan merasakan manfaat dari produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Ini merupakan awal dari market research– siapa yang Anda ketahui akan menggunakan ide Anda?

12. Seberapa besar luas pasar yang akan memberi produk atau jasa yang Anda tawarkan?

Pahamilah seberapa banyak orang yang membutuhkan ide Anda dan apa yang membuat mereka mau untuk membayar. Hal ini akan membantu Anda untuk menentukan apakah konsep Anda sudah layak untuk direalisasikan.

13. Sudahkah Anda meminta feedback dari pelanggan potensial Anda?

Mendapatkan feedback sebelum memulai bisnis dapat menghindarkan Anda dari membuat suatu produk atas jasa yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh siapa pun.

14. Dapatkah Anda membuat “halaman perkenalan” dan mendorong masyarakat untuk tertarik mendaftar demi mendapatkan informasi lebih lanjut?

Hal ini dapat menjadi langkah yang mudah dan murah untuk memguji ketertarikan masyarakat terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jika banyak yang tertarik, Anda berarti sudah berada dalam jalur yang benar!

15. Siapkah Anda untuk menguji pasar dengan membuat produk yang layak minimum?

Mulailah dengan konsep yang minimum sebelum Anda langsung membuat konsep yang seutuhnya, sehingga Anda bisa mengukur minat pasar terlebih dahulu sebelum Anda mengeluarkan modal yang terlalu besar.

16. Bisakah Anda mendapatkan pelanggan dari target pasar yang siap membayar untuk pre-order?

Pre-order merupakan tanda komitmen dari pelanggan. Dengan adanya pelanggan yang menunjukan komitmennya  untuk membayar produk dan jasa yang Anda tawarkan, ini menjadi pertanda kemungkinan berhasilnya ide Anda.

17. Bisakah Anda menghasilkan produk yang sebenarnya sendiri? Atau apakah Anda memiliki rekan kerja yang bisa?

Sebelum memulai bisnis, Anda harus tahu siapa yang dapat menghasilkan produk dan jasa yang Anda tawarkan, serta apakah mereka dapat melakukannya dalam anggaran Anda?

18. Apakah Anda memiliki distributor atau rekan yang akan membantu Anda mengatur skala bisnis Anda?

Setelah Anda memiliki pelanggan yang membayar, Anda harus meningkatkan distribusi untuk memenuhi permintaan. Apakah Anda memiliki akses dan / atau uang yang dibutuhkan untuk melakukannya?

19. Apa yang diperlukan untuk mencapai “titik impas” atau membuat keuntungan?

20. Bagaimana investor Anda bisa mendapatkan keuntungan?

Jika Anda ingin investor membantu bisnis Anda berkembang, Anda harus memikirkan keuntungan apa yang bisa Anda tawarkan bagi para investor.

Mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjawab semua pertanyaan ini, tetapi dengan menjawabnya Anda akan mendapatkan gagasan mengenai seberapa layak ide Anda. Jika Anda melewati tes ini, go for it! Jika tidak, terus berpikir – ide Anda berikutnya mungkin salah satu yang dapat mengubah dunia.

Baca juga: 11 hal yang dilakukan 11 orang paling berpengaruh di dunia bisnis

Tags: