Peran HR Ketika Ekonomi Melemah

Perhimpunan Management Sumber Daya Manusia (PMSM)

Ekonomi dunia memang sedang tidak dalam posisi menguntungkan bagi dunia bisnis. Resesi yang hampir di kancah global ikut merasakannya, ternyata harus pula ditanggung oleh Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang awalnya ditargetkan mencapai 6%, direvisi menjadi 5,2% itu pun harus diperbaharui lagi menjadi 4,7%.

Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk ke dalam divisi Human Resource (HR). Mereka harus turut andil menciptakan kebijakan-kebijakan yang membantu perusahaan untuk terus bertahan dan bahkan bertambah besar selama situasi sedang sulit. Pengaruh buruknya performa ekonomi dunia terhadap peran HR menjadi bahasan khusus dalam HR Meet & Talk yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Management Sumber Daya Manusia (PMSM) di Avara Lounge Rasuna Epicentrum, (27/08) lalu.

Perhimpunan Management Sumber Daya Manusia (PMSM)

“Situasi ekonomi saat ini tentu saja berdampak kepada departemen HR. Misalnya saja ap? Adanya pengurangan biaya operasional dan juga lay off serta masih banyak dampak lainnya,” ungkap Meriam Katombo, Vice President Human Resource PT Ericsson Indonesia, yang kala itu didapuk menjadi pembicara sesi satu HR Meet & Talk.

Dampak tersebut juga membawa sebuah tuntutan bahwa Departemen HR sudah seharusnya berperan aktif untuk “menyelamatkan” perusahaan. Menurut Meri, setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh praktisi Human Resource berkaitan dengan adanya krisis ekonomi seperti saat ini.

Baca juga: 60:40 Perbandingan Soft Skill vs Skill Teknis Praktisi HR

Yang pertama adalah “prioritizing” atau menyusun prioritas. “HR berfungsi sebagai bisnis partner, jadi kita pun seharusnya tahu situasi seperti apa yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Misalnya saja mengenai penjualan. Departemen HR perlu tahu jalur mana yang lebih mendatangkan profit, dengan demikian mereka tahu bagaimana cara menempatkan karyawan di jalur tersebut”, papar Meri.

Kedua, HR Department juga harus dapat membuat “scenario planning”. Scenario Planning ini adalah semacam rencana mitigasi risiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan pelemahan ekonomi. Rencana tersebut mencakup strategi-strategi yang bisa dilakukan oleh Departemen HR dalam meminimalkan risiko kerugian perusahaan. Selanjutya, praktisi HR juga dapat membantu perusahaan menghadapi masa-masa krisis dengan melakukan kontrol biaya dengan menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Hingga 200% dengan 3 Pertanyaan Ini

Satu hal yang harus diingat adalah bahwa ketika masa sulit terjadi, seluruh tim di perusahaan harus diyakinkan bahwa mereka harus tetap semangat dan berkomitmen. Dan itulah tugas pokok Departemen HR. Komunikasi dengan karyawan harus dilakukan dengan intensif agar mereka tetap engage sehingga mereka siap untuk menghadapi konsekuensi apapun ketika krisis terjadi. (*)

Tags: , , , , ,