Pemimpin yang Baik adalah Pendengar yang Baik

“Great listeners make the best leaders.”

Terdapat beberapa alasan mengapa pemimpin yang baik adalah seorang pendengar yang baik pula. Mendengar di sini artinya bukan hanya sekedar mendengar, namun mendengar secara aktif. Mendengar secara aktif artinya bukan hanya sekedar mendengarkan, namun juga mengolah informasi yang didapat sehingga dapat diingat.

Seorang pemimpin yang mampu mendengarkan dengan baik, biasanya mampu untuk:

1. Mengantisipasi permasalahan yang akan terjadi dan menyelesaikannya

2. Menunjukkan kepeduliannya pada karyawannya sehingga membangun rasa percaya dan loyalitas

3. Memberikan saran untuk meningkatkan produktivitas

4. Menjaga komunikasi dengan baik sehingga bisnis akan berjalan lancar

Penasihat para CEO, Mark Goulston, menuliskan dalam bukunya yang berjudul Just Listen: Discover the Secret to Getting Through to Absolutely Anyone, bagaimana meningkatkan kemampuan mendengarkan untuk meningkatkan relasi. Berikut adalah tips dari Dr. Goulston seperti yang dikutip dari Inc.com:

Baca juga: Bagaimana Menjadi Pemimpin Tim yang Efektif

1. Membuat percakapan yang mendalam

Setelah seseorang berbicara, pikirkan sesuatu yang dapat membuat perbincangan semakin dalam dan responlah dengan, “coba jelaskan lebih lanjut mengenai…. (apa yang sebelumnya diceritakan orang tersebut).” Menurut Dr. Goldstan, hal tersebut dapat meningkatkan ketertarikan secara emosi maupun psikologis seseorang terhadap suatu perbincangan.

2. Menghindari kata “tapi….”

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kata  ‘tapi,’ sebaik apapun kalimat sebelumnya, akan menjatuhkan kalimat berikutnya. Selain itu kata ‘tapi’ juga dapat membuat percakapan menjadi cenderung negatif dan membuat banyak bualan setelahnya. Hindarilah kata ini sebisa mungkin, karena jika Anda tetap mempergunakannya maka sebaik apapun yang Anda sampaikan akan terkesan buruk.

3. Meneruskan kalimat, bukan bertanya

Ketika Anda bertanya pada seseorang, tanpa Anda sadari Anda membuat dia menjadi down. Untuk menghindarinya, Anda bisa mencoba meminta lawan bicara Anda untuk meneruskan kalimat. Daripada berkata, “Apa target Anda untuk bulan ini?” akan lebih baik jika Anda mengatakan, “Jadi target Anda bulan ini…”

4. Bertanya bagaimana saya bisa menjadi lebih baik

Untuk menjadi pemimpin yang lebih baik, tidak ada salahnya Anda bertanya pada karyawan Anda, pemimpin seperti apa yang mereka harapkan. Cobalah bertanya, “Saya ingin menjadi boss yang lebih baik menurut Anda. Untuk begitu, maka hal positif apa yang perlu saya lakukan dan hal negatif apa yang perlu saya lakukan untuk menjadi boss yang Anda harapkan?”

5. Bertanya lebih lanjut

Mungkin Anda kerap kali merasa ‘digantung’ oleh klien Anda. Jika Anda tidak mendengar kata ‘tidak,’ mungkin Anda belum cukup banyak bertanya. Terkadang dalam bisnis, ‘tidak’ artinya ‘mungkin.’ Jadi cobalah untuk bertanya lebih lanjut. Misalnya, ketika klien Anda menyatakan bahwa mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda tawarkan, cobalah untuk berkata, “Saya tidak gagal untuk mengerjakan apa yang penting bagi Anda, bukan?” Kalimat tersebut akan membuka kembali perbincangan dan mungkin saja mereka jadi tertarik dengan apa yang Anda tawarkan.

Baca juga: Terlalu Banyak Bos, Sedikit Pemimpin

Tags: ,