Pemimpin Tidak Perlu Peduli Pendapat Orang Lain

Memimpin bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah karena keputusan yang kita buat akan berpengaruh pada performa organisasi. Orang kadang menyebut kita sebagai pemimpin gila ketika keputusan yang kita ambil adalah buah pemikiran sendiri tanpa memperhitungkan pendapat orang lain.

Padahal, sehebat apapun ide kita, akan ada orang yang berkomentar, menyanggah atau menambahi. Seorang true leader tidak akan goyah dengan perkataan-perkataan bernada pesimistik dan terlalu banyak pertimbangan yang membuat kita urung melakukan sesuatu.

Holly Hamann, co-founder dari TapInfluencer, sebuah platform marketing berbasis cloud, mengatakan bahwa untuk melakukan sebuah perubahan drastis, ia terpaksa menutup telinga pada nasihat orang-orang. Menurutnya, jika ia menuruti nasihat tersebut, ia tidak akan berubah sama sekali dan terjebak dalam rutinitas yang membosankan meskipun menghasilkan banyak uang. Lebih jauh, berikut adalah alasan mengapa seorang leader tidak perlu terlalu peduli dengan perkataa orang:

Jangan hiraukan orang-orang yang pesimis terhadap langkah yang akan kita ambil
Ketika kita memutuskan sesuatu yang besar, tanggapan dari berbagai pihak akan datang. Mereka akan memberikan saran yang terdengar sangat suportif dan melindungi kita dari kerugian yang besar. Meskipun terdengar sangat positif, kita harus berhati-hati. Misalnya ketika mereka berkata, “Apakah kamu yakin bisa? Apakah kamu punya pengalaman yang cukup untuk melakukan hal tersebut?”

Terdengar sangat bijaksana, tetapi sebenarnya, yang ingin mereka katakan adalah, “Kamu ini siapa bisa yakin untuk mewujudkan harapan sedemikian tinggi?” Kita harus berhati-hati dengan saran seperti ini. Biasanya, mereka yang mengatakan itu hanya ingin memvalidasi bahwa ada orang lain yang akan bermain aman (play safe) seperti dirinya.

Tahu kapan harus membuka telinga
Ketika kamu menjadi seorang leader, kamu tidak bisa begitu saja menutup telinga dari pendapat orang lain. Oleh karena itu, kita harus mengerti kapan seharusnya kita mendengarkan saran dari orang lain. Di saat-saat tertentu, pendapat orang memang pantas untuk dipertimbangkan.

Yang pertama adalah perkataan dari konsumen. Kita tidak akan bisa membahagiakan semua konsumen, tetapi konsumenlah alasan mengapa perusahaan kita ada. Dengan begitu, kita perlu mempertimbangkan feedback dari konsumen dalam setiap tahap pertumbuhan perusahaan kita. Biasanya konsumen yang sulit dipuaskan akan memberikan feedback lebih banyak, jadi ketika kita bisa memuaskan mereka, konsumen lain biasanya akan ikut terpuaskan juga.

Kedua, dengarkan masukan dari orang yang memiliki visi dan value yang mirip dengan milik kita. Akan lebih baik ketika kita mendengarkan nasihat dari orang yang sudah berhasil mengatasi tantangan dan valuenya sesuai dengan kita.

Menjadi diri sendiri
Terkadang sulit bagi kita untuk membedakan keputusan mana yang memang benar untuk diambil dan keputusan mana yang kita ambil untuk mendapat persetujuan dari orang lain. Untuk itu, tanyakan pada diri sendiri, keputusan mana yang akan mendekatkan kita kepada mimpi kita, dan mana yang hanya akan membawa kita pada perhatian orang lain.

Tidak ada salahnya mendengarkan saran yang tulus dari orang lain, tetapi bukan keharusan bagi kita untuk mengikutinya. Bukan untuk menjadi aneh atau orang yang berbeda, tetapi untuk menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

Tags: ,