Menjadi Leader yang Otentik dengan 140 Karakter

Keaslian seorang pemimpin atau menjadi diri sendiri adalah elemen yang sangat krusial dalam memimpin sebuah team. Sebuah penelitian dari The Hardvard Business Review menyatakan, “Setiap orang ingin dipimpin oleh seorang pemimpin yang real/genuine”. Hal ini bisa kita refleksikan kepada diri sendiri ketika kita berada pada situasi di mana kita harus berperan menjadi seorang pemimpin, semua bermula pada keterampilan untuk menjadi seorang pemimpin yang berani menunjukkan siapa dirinya sendiri.

Dengan adanya perkembangan di berbagai bidang terutama internet, menjadi pemimpin bukan saja tentang anggota tim semata, melainkan juga dunia online di mana orang-orang di luar tim jadi mengenal siapa kita. Eksposure orang-orang di luar tersebut secara langsung atau tidak akan berdampak pada pandangan mereka tentang brand yang berada di belakang kita. Satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia maya adalah social media, salah satunya adalah twitter. Mark Miller, VP Marketing dari Emergenetic Internationals, sebuah perusahan penyedia jasa training global, dalam situs inc.com berbagi cara tentang bagaimana pemimpin dapat menampilkan sisi otentiknya melalui twitter.

Baca juga: Miliki 5 Kebiasaan ini untuk Menjadi Pemimpin yang Sukses

Ia mengutip pernyataan dari Stephanie Mayer, editor konten sosial media untuk situs Inc.com, “Jika Anda menggunakan twitter untuk keperluan professional Anda, pastikan bahwa Anda memposting tweet mengenai passion dan hobi secara teratur!”.  Hal ini senada dengan pemikiran Miller. Mengenalkan diri dan meraih perhatian orang tidak saja cukup hanya dengan membagikan link atau berita online, melainkan melemparkan topik yang memang dapat diimajinasikan pembaca. Misalnya saja postingan-postingan yang membuat orang berimajinasi tentang siapa sesungguhnya Anda. Contoh yang baik untuk pemimpin yang sudah menerapkan strategi ini adalah Guy Kawasaki, seorang marketing executive handal Silicon Valley.

Tips lainnya dalam memainkan twitter untuk membangun citra kita sebagai pemimpin dan brand organisasi adalah dengan memberikan effort atau upaya lebih ketika membagikan link/berita. Yang perlu dilakukan adalah memberikan komentar tentang pemikiran kita terhadap topik tersebut. Hal itu jelas lebih mengguggah ketertarikan pembaca daripada sekedar “like” atau “retweet”.

Menjadi seorang pemimpin yang otentik, meskipun melalui dunia digital, artinya kita harus membuat pembaca mengenal siapa kita secara personal. Misalnya dari twitter kita bersosial media lebih jauh ke facebook atau blog. Hal-hal yang kita share di halaman tersebut harusnya tak jauh beda dengan apa yang kita lakukan dalam sebuah acara networking offline. Kita perlu menggali ketertarikan lawan bicara sehingga kemungkinan besar kita akan menemukan ketertarikan yang sama. Dengan adanya kesamaan hobi atau ketertarikan, koneksi dan hubungan baik akan terjalin dengan sendirinya.

Lalu jika  berkomunikasi dengan internal tim melalui text atau email, sangat penting bagi kita untuk memikirkan tentang siapa yang kita ajak bicara. Meskipun tujuan kita adalah menunjukkan diri kita apa adanya, tidak lantas kita seenaknya menulis dengan bahasa yang tidak professional. Pastikan bahwa sebelum email terkirim, Anda mengerti siapa penerima dan mengenal gaya bahasa mereka serta kepentingannya.

Baca juga: 7 Dosa Mematikan Seorang Pemimpin

Tags: , , , ,