Menjadi Leader Sekaligus Mentor

Sepanjang perjalanan hidup, tentunya kita pernah melakonkan peran sebagai seorang pemimpin, entah itu direncanakan atau tidak. Bisa dimulai dari sekolah, rumah atau tempat kerja. Mengenai pengalaman memimpin, kebanyakan mengatakan mereka tidak bersiap-siap dengan matang ketika pertama kali memimpin. Lho kok bisa?

Menurut Mike Champ dalam Humanresourceiq.com, dalam proses pembentukan gaya kepemimpinan, kita akan mendapatkan banyak pengaruh dari orang lain di sekitar kita. Positif atau negatif itu urusan nanti, tetapi tanpa pengaruh dari mereka, kita tak akan mungkin menjadi pemimpin seperti kita sekarang. Kita berhutang terima kasih kepada mereka.

Yang terpenting adalah kita tidak melakukan sesuatu dari pengaruh negatif dan mampu belajar dari kesalahan yang dibuat influencer kita. Meskipun seandainya influencer kita tidak dianggap sebagai pemimpin yang baik oleh sebagian orang, kita pun harus tetap melihat sejauh mana kesalahan yang mutlak merupakan kesalahan dia.

Hal ini tidak berarti bahwa kita menjadi self-focus (memikirkan diri sendiri) sehingga bisa meletakkan kesalahan kita pada orang lain. Self-focus sendiri adalah hal yang harus kita hindari selama kita memimpin, atau kita tidak akan pernah bisa menjadi seorang pemimpin yang juga menjadi mentor bagi bawahannya. Sikap fokus hanya pada diri sendiri juga akan membuat kita sulit menerima inspirasi dari orang lain. Dan orang seperti itu tidak akan cukup produktif jika dipekerjakan pada perusahaan.

Seorang leader  harus memastikan bahwa selama ia memimpin, ia juga harus banyak memberikan nasihat, leading as well as mentoring. Memimpin tidak hanya tentang garis besar tujuan perusahaan atau memenuhi deadline, tetapi kita juga harus fokus pada tujuan jangka panjang dengan cara membangun hubungan yang berkualitas dengan yang dipimpin. Angka-angka lonjakan penjualan misalnya, itu adalah jangka pendek, dan itu memang penting. Tetapi jika terlalu berfokus pada jangka pendek, pemimpin akan gagal melihat jalan yang jauh di depan, yang merupakan visi besar perusahaan.

Pemimpin memiliki kesempatan untuk memberi pengaruh kepada ribuan orang selama masa karirnya. Oleh karena itu, alangkah pentingnya jika yang disampaikan adalah pengaruh positif. Tony Dungy mengatakan, “Kesatuan antara tujuan dan keinginan untuk membuat orang lain lebih baik harus menjadi poin utama dari seluruh tujuan yang akan dijalankan oleh semua komponen perusahaan.”  Sering kali kita mendapati atasan yang memberikan pengaruh yang kurang baik, hal itu tidak seharusnya turut andil dalam memodifikasi gaya kepemimpinan kita. Jalankan cara Anda sendiri untuk menjadi seorang mentor yang baik.

Karakter kunci yang mengindikasikan bahwa Anda adalah seorang pemimpin sekaligus mentor atau penasihat bagi bawahan adalah ketika Anda memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan orang lain dan mengilhaminya sebagai kebutuhan sendiri. Bukan hanya karena kita menjabat posisi pemimpin, kita serta merta memiliki kualifikasi sebagai seorang pemimpin yang hebat.

Mike Champ juga menasihati agar kita menghindari self-focus atau berpikir tentang diri sendiri, jangan sampai kita kehilangan masa-masa terindah dalam memimpin hanya karena kita egois. Pemimpin yang benar-benar pemimpin adalah mereka yang berpikir untuk memajukan orang lain. (*/tw)

Tags: , ,