Mau Sukses di Karir? Pelajari 4 Kunci Teori Total Leadership: Work, Family, Community dan Self

family-591579_640

Pepatah konvensional yang tersebar di masyarakat mengungkapkan bahwa kita harus sering berada di kantor untuk lebih cepat menaiki tangga karir. Akan tetapi, bagaimana jika ternyata menghabiskan waktu Anda lebih banyak di luar kantor dapat menjadikan Anda pemimpin yang lebih baik?

man-871960_640

(Credit image: Pixabay.com)

Stewart Friedman, profesor manajemen dari dari Wharton School of Business di Pennsylvania University mempelajari hal tersebut selama puluhan tahun. Ia mengajar “Total Leadership” untuk kelas MBA dan juga mengarang buku dengan judul yang sama. Pendekatan dari total leadership membuat orang berpikir kembali apa yang sebenarnya penting untuk mereka lakukan. Lalu mulai mengalihkan perhatian mereka ke keluarga, komunitas dan kebahagiaan personal.

Untuk memastikan apakah teorinya valid, Friedman melakukan penelitian terhadap 300 orang eksekutif muda yang merupakan mahasiswanya. Performa mereka akan dibandingkan dari sebelum  dan sesudah mengikuti Total Leadership. Dari penelitian tersebut, terbukti bahwa kepuasan mereka terhadap pekerjaan meningkat sebesar 21% dan performa kinerjanya meningkat sebesar 8%. Kebahagiaan dengan keluarga meningkat bahkan lebih signifikan setelah mengikuti sesi Friedman tentang penerapan teori kepemimpinannya.

Langkah pertama yang harus diambil dalam total leadership adalah mengenali empat aspek penting dalam hidup kita, antara lain pekerjaan (work), keluarga (family), komunitas (community) dan yang terakhir adalah diri sendiri (self). Jika Anda memiliki 100 poin yang harus dialokasikan pada empat aspek tersebut, berapa poin yang Anda berikan untuk masing-masing aspek. Selain poin, Anda juga harus menghitung berapa banyak waktu dan tenaga yang telah diberikan pada masing-masing aspek.

Sebelum disurvei dan mendalami Total Leadership, rata-rata peserta memberikan 34 poin pada pekerjaan (work), tetapi memberikan atensi lebih pada aspek tersebut yakni sebesar 54 poin. Setelah Anda membaca data alokasi Anda sendiri, saatnya merenung tentang dampak apa yang timbul dari skema tersebut.

Langkah selanjutnya dinamakan “stakeholders conversation” atau percakapan dengan orang-orang di sekitar kita. Atasan, kolega, keluarga dan masyarakat. Mulailah berdiskusi tentang ekspektasi masing-masing pihak. Kita tanyakan apa ekspektasi mereka terhadap kita dan selanjutnya kita komunikasikan juga keinginan kita.

Apa manfaat percakapan semacam ini?

Gunanya adalah agar kita lebih bijak untuk mengalokasikan sumber daya yang kita miliki. Mempertimbangkan dengan seksama mana yang lebih penting dan tidak. Meski percakapan ini tidak akan mudah, tetapi jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, Anda harus berani berbicara apapun itu risikonya.

family-591579_640

(Credit image: Pixabay.com)

Langkah terakhir dari metode ini adalah menjalankan kebiasaan baru sesuai dengan analisis yang sudah kita kerjakan. Jangan takut untuk melakukan percobaan-percobaan baru demi mengoptimalkan aspek-aspek yang ada dalam hidup Anda.

Misalnya saja dengan mengalokasikan waktu khusus untuk dihabiskan dengan keluarga, mengurangi jam kerja kantor dan sebagainya. Faktanya, menghabiskan waktu dengan keluarga tidak hanya menambah keharmonisan rumah tangga tetapi juga meningkatkan fokus kita di kantor.

Pastikan  kita mengalokasikan waktu dan tenaga seefektif mungkin dan jangan takut untuk mengubah pemikiran kita terhadap empat aspek dalam hidup tersebut. Pelajari apa yang harus ditingkatkan ataupun dikurangi. Dengan begitu, akan tercipta kehidupan yang seimbang antara dunia kerja dengan pribadi. (*)