Leadership Development ala Bank Indonesia

Dyah NK Makhijani

Tekanan yang dirasakan praktisi HR di institusi pemerintah cukup tinggi. Mengelola PNS dengan segala kekhasan karakter serta lingkungannya adalah tantangan tersendiri. Setidaknya itulah yang disampaikan Dyah NK Makhijani, Executive Director HR Bank Indonesia pada acara Indonesia Human Capital Conference 2013 kemarin (21/2).

Dengan segala keunikan tersebut maka strategi mengembangkan talent dan leader di BI pun tidak bisa dibilang sederhana. “Leadership development is a long journey, tidak bisa shortcut. Observasi adalah cara terbaik untuk mengetahui kekuatan calon leader yang kita bidik,” tutur Dyah pada konferensi yang diadakan PMC tersebut.

Banyaknya kebijakan dan regulasi di bawah kendali pemerintah membuat praktisi HR harus struggle dalam menjalankan pengembangan leadership. “Kita harus mempunyai strategi yang benar dalam mengembangkan SDM, terlebih di sini,” ujar Dyah.

Karena itu dalam menyeleksi SDM yang terbaik, Dyah membiasakan menilai attitude selain kemampuan atau skill karyawan. “Kompetensi teknis adalah key, tetapi transfomation people-nya juga penting,”ujar Dyah.

Terutama untuk mengembangkan seorang leader, Dyah mengakui bahwa keahlian saja belum cukup. “Kami menyadari bahwa menciptakan leader bukan hanya dalam memenuhi kompetensi teknisnya, melainkan bagaimana supaya mereka juga bisa menangani people dengan benar nantinya,” ujar Dyah.

Dan yang perlu disadari adanya tuntutan paternalistik leadership yang kuat di masyarakat Indonesia. “Artinya orang biasa melihat leader sebagai panutan. Jadi kalau belum bisa menjadi panutan ya jangan menjadi leader, kira-kira seperti itu,” tutur Dyah.

Untuk itu sebagai praktisi HR, kita juga harus berubah dulu sebelum meminta mereka berubah. “I change and you change with me,” tutur Dyah.

Dyah menambahkan ada beberapa karakteristik talent dari pegawai negeri, antara lain long life employment, work vs people orientation, dan paternalistik leadership. Masuknya generasi muda ke perusahaan praktis membuat sistem HR berubah. “Tantangannya adalah bagaimana agar talent yang terdahulu bisa meningkatkan performanya walaupun dengan masuknya generasi muda-muda,” tutup Dyah yang mengaku senang mempelajari digital dari anaknya. (*/@nurulmelisa)

 

Nantikan video Exclusive PortalHR.com bersama Dyah NK Makhijani hari Rabu 27 Februari 2013.

Tags: ,