Lajang dan Sukses, 4 CEO Hebat Ini Membuktikannya

Pernikahan disebut-sebut sebagai faktor yang berpengaruh positif terhadap kesuksesan karir seseorang. Berbagai sumber menyebutkan bahwa orang yang sudah menikah dikatakan menghasilkan lebih banyak uang selama kehidupan professional mereka.

Dengan ikatan pernikahan tersebut, bahkan para professional tersebut memperoleh banyak keuntungan finansial dari tunjangan yang sifatnya berhubungan dengan keluarga. Sebuah penelitian terbaru dari Joshua Jackson Universitas Washington mengatakan bahwa pasangan yang tepat dapat meningkatkan prestasi dari seseorang. Salah satu kriteria yang disebut adalah pasangan yang terorganisir, pintar mengatur tugas dan keuangan.

Lalu,bagaimana dengan profesional yang belum menemukan tambatan hatinya? Dalam beberapa situasi, status single justru memungkinkan seseorang untuk melakukan hal yang mencengangkan karena fleksibilitas yang dimilikinya. Bahkan ada beberapa posisi top management di perusahaan yang harus diisi oleh orang-orang yang single karena keberanian mereka untuk mengambil risiko dan berinvestasi besar.

Berikut adalah empat CEO sukses yang saat ini masih lajang, menurut tulisan dari fortune.com:

1. Travis Kalanick, Uber

Untuk mengambil alih perusahaan yang seresisten layanan taksi untuk berubah, maka seorang yang berani mengambil risiko sangat dibutuhkan. Kalanick (38) telah dengan beraninya mengubah Uber, perusahaan penyedia layanan taxi, menjadi technology darling hanya dalam waktu lima tahun. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kalanick bahkan harus berhubungan dengan rumitnya perizinan, peraturan pemerintah dan serikat buruh.

Tantangan yang harus dihadapi oleh Uber memang cukup berat. Awal tahun ini, Kalanick terpaksa menarik kembali taksinya dari Spanyol atas keputusan pemerintah setempat bahwa kehadiran Uber membuat persaingan harga layanan taxi di Negara tersebut menjadi tidak fair. Sedangkan di Thailand, Uber menghadapi masalah karena kesaksian bahwa supir-supir taxi Uber dinilai tidak ramah dan membahayakan pelanggan.

Bahkan, keputusan Kalanick yang terburu-buru juga kadang membawa dia dalam masalah. Seperti ketika ia merespon sebuah laporan yang mengatakan bahwa Vice President (VP) Uber akan membongkar keburukan wartawan yang telah menulis review negatif tentang perusahaan. Kalanick justru memaafkan VP tersebut dan tidak memecatnya, seperti kritik yang orang-orang telah sampaikan.

Meskipun demikian, status lajang sepertinya tidak akan bertahan lama lagi bagi Kalanick. Ia digosipkan tengah dekat dengan aktris Gwyneth Paltrow.

Baca juga: Peraturan unik Amazon saat meeting

2. Tony Hsieh, Zappos.com

Hsieh adalah bukti bahwa orang-orang lajang hanya tahu cara bersenang-senang. Hsieh telah berhasil mengubah online retail penjualan sepatu miliknya menjadi sebuah perusahaan yang masuk daftar Fortune Best Company to Work For. Meskipun Zappos akhirnya dibeli oleh Amazon, Hsieh masih memiliki banyak ruang untuk bereksperimen di Zappos. Ia menghadirkan program-program yang bertujuan untuk bersenang-senang seperti misalnya pesta yang melibatkan alkohol dan pemakaian bawahan rok lipat (Kilt Friday).

Hsieh bagaikan memiliki waktu yang sangat panjang. Menurut sebuah laporan, ia pernah mengadakan rapat dari jam 8 pagi hingga 10 malam. Selain itu, ia masih sempat membuat buku best seller berjudul Delivering Happiness hanya dalam waktu dua minggu dan bergabung dengan proyek economic development di Las Vegas pada tahun 2012.

Status lajang yang disandang Hsieh sepertinya masih akan bertahan lama karena ketika ditanya oleh Majalah Playboy tentang masalah monogami, ia menjawab,

“Dari sisi evolusi, pria monogami berpeluang lebih kecil dalam mereplikasi genetikanya pada generasi yang akan datang daripada pria lain (poligami). Tetapi rasanya akan cukup sulit jika kita hanya mencari satu partner dan kemudian berhenti mencari. Analoginya seperti berteman. Tidak bisa kita menemukan satu teman dan kita menyudahi pencarian kita. Alasannya, kita membutuhkan tipe perbicangan yang berbeda dan tipe kegiatan yang beragam pula.”

3. Brian Chesky, AirBnB

Saat ini ia berumur 30an dan sudah menjadi milyarder karena bisnis yang digelutinya, AirBnB. Menjalankan bisnis di bidang rental rumah di seluruh belahan dunia, Chesky bisa dikatakan tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia menjelajah sambil menjalankan bisnisnya ke berbagai tempat. Dan itulah mengapa bukan sebuah kejutan yang besar ketika ia belum juga memilih perempuan untuk menjadi tempat bertambat.

Tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnisnya pun tidak bisa dikatakan mudah. AirBnB pernah mendapat tudingan bahwa pelanggan mereka meninggalkan tempat rental berantakan dan attitude buruk lainnya. Selain itu, ia juga harus berhadapan dengan pemerintah kota New York yang protes dengan strategi bisnis mereka yang memang unik. Selain dua hal tersebut, masih banyak persoalan legalitas yang harus ia tangani.

Apapun rintangannya, AirBnB tetap bertumbuh, begitu pula Chesky. Belakangan, ia dikabarkan berpacaran, dan bukan tidak mungkin kabar perkawinan akan segera terdengar.

4. Elizabeth Holmes, Theranos

Holmes selalui memulai sesuatu sejak dini. Seperti saat ia mendirikan perusahaannya, sebuah laboratorium diagnosis darah bernama Theranos, ia masih di tingkat dua perguruan tinggi. Dia kemudian drop out untuk mengembangkan perusahaannya. Ia menjadi milyader dalam usia yang relatif muda, yakni 30 tahun.

Ketika ditanya mengenai pasangan, ia berkata bahwa satu-satunya orang yang akan dia nikahi adalah perusahaannya sendiri.

Baca juga: Ketika CEO Bukan Sekedar Titel

Tags: ,