Kiat Menghadapi Bos yang Sok Tahu

Beberapa orang pemimpin memiliki karakter sok-tahu atau seolah lebih tahu tentang apapun ketimbang bawahannya. Ia merasa sebagai orang yang paling pintar dan paling berpengalaman di bandingkan semua orang di dalam ruangan.

Selain bos yang mudah bimbang dan bos yang merasa insecure, tipe ketiga bad boss menurut Vineet Nayar adalah bos yang sok tahu. Saking sok tahunya, si bos juga merasa bahwa ialah satu-satunya orang yang punya mimpi untuk sukses sehingga merasa nyaman menceritakan semua kesuksesannya di masa lampau.

Parahnya lagi, ia merasa bahwa jika tak ada dia, maka target tim tidak akan tercapai. Pemimpin yang demikian bukanlah tak punya kompetensi, hanya saja anggota tim lain tentunya menginginkan dia untuk lebih bisa mendengarkan, mempercayai orang dan inklusif.  Menghadapi pemimpin yang demikian, Vineet memberi beberapa kiat:

Baca juga: Kiat menghadapi bos yang mudah bimbang

– Mungkinkan dia menemukan ide kita

Seorang pemimpin yang maha-tahu justru akan membuat Anda tertantang untuk mencari pro maupun kontra dari usulan yang telah ia sampaikan. Dan dengan begitu, Anda akan menjadi lebih keras berpikir. Sisi positifnya adalah, bos semacam itu justru menyukai ide-ide yang hebat. Cobalah mempresentasikan ide Anda seolah ide yang telah ada itu masih banyak yang harus diperbaiki. Inisiatif Anda tentunya akan segera mendapat tanggapan positif dari atasan.

– Salurkan energi yang dimiliki oleh bos

Biasanya, seorang yang merasa tahu segalanya akan sangat bersemangat ketika memiliki program atau ide baru. Setiap ide itu ditemukan, ia akan membuat karyawan sibuk merealisasikannya. Triknya adalah, kita harus pandai mengalihkan energi besar yag dimiliki bos itu ke hal-hal yang benar-benar diperlukan.

Misalnya begini, seorang bos ada agenda meeting dengan klien-klien perusahaan. Namun, pada saat yang bersamaan, ternyata ia tidak bisa menghadirinya, padahal dia sudah menyiapkan banyak rencana dalam meeting tersebut. Biasanya, si bos akan gusar. Nah, maanfaatkan energi si bos tersebut untuk keperluan lain.

Misalnya dalam rapat tersebut, bentuklah sebuah perkumpulan customer advisory yang diketuai oleh seorang klien. Tujuan mereka adalah memberikan masukan kepada perusahaan tentang bagimana meningkatkan customer satisfaction. Tugas si manajer adalah menganalisis masukan mereka dan memberi feedback.

– Memaksa bos menghadapi realita

Pernahkah Anda menghadapai situasi di mana Anda merasa sangat kesulitan dalam meyakinkan bos untuk mengambil keputusan, misalkan untuk meningkatkan investasinya? Menurut pernyataan Vineet, hal tersebut terjadi karena atasan kita acapkali tidak melihat realita yang terjadi di lapangan seperti yang Anda lihat sehari-hari. Sesekali, buatlah sebuah rencana untuk “memaksa” si bos ikut dalam riset kalian agar ia melihat sendiri bahwa usulan kalian bukan diajukan tanpa dasar.

Banyak orang merasa bahwa memperbaiki tingkah laku bos bukanlah tugas kita. Namun pada kenyataannya, kita hanya punya dua pilihan, menunggu organisasi untuk membenahi kekurangannya atau kita sendiri yang mencoba bergerak.

Baca juga: Kiat menghadapi bos yang insecure

Tags: , , ,