Kiat Menghadapi Bos yang Mudah Bimbang

Vineet Nayar, contributor Harvard Business Review (HBR) suatu kali pernah berbicara dengan sekelompok manajer muda di Paris. Ketika berbicara mengenai optimalisasi kinerja, mereka kemudian menyebut-nyebut bos mereka sebagai penyebab kurang maksimalnya kinerja mereka. Bos yang memiliki karakter kurang baik memang kerap kali menjadi hambatan para karyawan untuk berkreativitas dan memaparkan idenya. Permasalahan ini ternyata dialami oleh orang di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan pengalaman dari Vineet, ada beberapa tipe bos yang buruk, salah satunya adalah bos yang mudah bimbang, tak bisa mengambil keputusan.

Beberapa hal menjadi penyebab seorang pemimpin bersikap bimbang dan sulit mengambil keputusan.  Pertama, ia adalah orang yang perfeksionis sehingga tidak berani mengambil keputusan sebelum semua aspek lengkap dan berjalan sempurna. Alasan kedua, pemimpin bersikap semacam itu karena memang ia bermain di status quo yang tidak ingin dipersalahkan jika keputusan yang diambil kurang tepat.

Baca juga: 4 Alasan bos pria lebih disukai

Bagaimanapun juga, keputusan yang salah masih dapat diperbaiki, tetapi jika tidak menghasilkan keputusan sama sekali, hasilnya akan sangat fatal. Bagaimana cara menghadapi bos seperti ini?

– Identifikasi masalah sebelum mencari solusi

Daripada kita mencari-cari solusi atau menuntutnya untuk mencari solusi, akan lebih baik apabila pertama-tama, kita libatkan dia dalam sebuah diskusi yang membahas tentang akar permasalahan. Suatu hari Einstein pernah mengatakan, “ketika saya menemukan masalah yang sangat pelik, saya menghabiskan enam hari untuk memikirkan akar permasalahannya dan solusinya akan menjadi tampak jelas.” Cara yang tepat untuk mengorek informasi tentang penyebab masalah, tentunya adalah dengan melontarkan beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Informasi akan bermunculan dan si bos akan lebih nyaman dalam mengambil keputusan.

– Memulainya dengan keputusan kecil

Sebuah persoalan besar dengan solusi yang besar pula, pada dasarnya masih dapat dipecah dalam bentuk yang lebih kecil. Mengenai hal ini, kita dapat belajar dari pengalaman petugas pemadam kebakaran. Keterbatasan waktu yang mereka miliki membuat mereka harus berpikir ekstra cepat. Keputusan penyelamatan awal-lah yang akan mereka pakai, biasanya keputusan yang paling awam. Sementara bekerja, mereka memikirkan cara lain yang lebih efektif untuk menangani bencana. Dari pengalamanlah mereka memperoleh wawasan/keahlian untuk membuat keputusan yang lebih besar.

– Bangun kepercayaan

Manajer atau bos yang penuh keraguan akan mencari partner yang dapat ia ajak bicara sebelum mencoba mengambil keputusan. Untuk itulah, jadilah teman yang bisa dipercaya dan bisa bekerja sama untuk selalu diajak diskusi.

– Seringlah mengobrol

Dalam sebuah tim, sudah selayaknya kita bergaul bersama, mengobrol dan sewaktu-waktu berdiskusi tanpa perlu adanya perencanaan sebelumnya. Bahaslah topik-topik tentang bagaimana sikap yang tepat agar dapat meningkatkan produktivitas. Namun, bagaimanapun juga, kita harus tetap jujur dan respect terhadap bos kita. Ketika bertemu dengan jiwa-jiwa bertekad baja seperti itu, biasanya seorang bos yang bimbang akan lebih mantap dalam mengambil keputusan.

Baca juga: 6 jam seminggu, luangkan waktu bersama bos Anda

 

Tags: , ,