Kiat Menghadapi Bos yang Merasa Insecure

Vineet Nayar, contributor Harvard Business Review (HBR) suatu kali pernah berbicara dengan sekelompok manajer muda di Paris. Ketika berbicara mengenai optimalisasi kinerja, mereka kemudian menyebut-nyebut bos mereka sebagai penyebab kurang maksimalnya kinerja mereka. Bos yang memiliki karakter kurang baik memang kerap kali menjadi hambatan para karyawan untuk berkreativitas dan memaparkan idenya. Permasalahan ini ternyata dialami oleh orang di berbagai belahan dunia.

Selain bos yang mudah bimbang, tipe kedua dari bos yang buruk menurut Nayar adalah bos yang merasa insecure. Bagaimana kiat menghadapi bos tipe ini?

Manajer seharusnya dapat memotivasi anak buah,  bukan malah berkompetisi dengan mereka. Meskipun begitu, masih ada banyak manajer yang menghalang-halangi anggota tim yang berbakat atau ide-ide yang menarik. Hal ini disebabkan oleh kondisi psikologis yang merasa insecure atau tidak aman dan merasa tersaingi oleh orang lain.

Baca juga: Kiat menghadapi bos yang mudah bimbang

Menghadapi manajer yang seperti ini, maka sebagai anak buah, beberapa langkah yang harus kita lakukan antara lain:

– Memahami akar penyebab dari sikap tersebut

Kita perlu kembali melihat ke belakang dan mendeskripsikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang situasi yang dihadapi bos sehari-hari di tempat kerja. Beberapa persoalan misalnya saja target akhir tahun, dapat menjadi pemicu rasa tidak aman yang dimiliki oleh manajer. Pastikan bahwa Anda tidak memperlakukan bos dengan terlalu menekan dan menagih-nagih sesuatu secara agresif. Sebaliknya, lebih baik Anda berkolaborasi sehingga menimbulkan semangat yang positif dan menghasilkan output yang lebih baik.

– Menjadi lebih transparan

Manajer yang meragukan diri sendiri biasanya menghawatirkan hal-hal yang pada dasarnya hanya persepsinya sendiri atau sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Satu-satunya jalan untuk menangkal perasaan tersebut adalah transparansi. Bahkan seandainya itu memerlukan lebih banyak usaha dan tenaga, tetaplah berusaha untuk menceritakan semuanya secara detail.

Suatu waktu, Nayar pernah menemukan seorang senior eksekutif yang selalu berkata buruk tentang karyawannya. Hal ini dikarenakan ia menduga bahwa karyawan tersebut melakukan kecurangan dengan keuangan perusahaan. Namun, pada suatu ketika, tiba-tiba bos tersebut berhenti melakukan hal tersebut. Usut punya usut, penyebab ia berhenti curiga adalah karena si karyawan bersikap terbuka dan bahkan mengumpulkan semua kuitansi untuk setiap uang perusahaan yang harus ia keluarkan.

– Menghargai hal-hal positif dari atasan

Perasaan insecure kadang kala muncul akibat kurangnya self-esteem yang dimiliki oleh bos. Oleh karena itu, fokuslah pada kekuatan yang dimiliki oleh bos tersebut. Tujuan utamanya adalah memberi kesempatan kepada bos untuk membangun kekuatannya dibandingkan fokus pada kelemahan yang ia miliki.

Baca juga: HCL Technologies dan Manila Water Menangi Asian HC Award

Tags: ,