Ketika CEO Bukan Sekedar Titel

Ketika pertama kali Anda dinobatkan menjadi seorang CEO, mungkin perasaan Anda akan bercampur aduk. Pekerjaan seorang CEO tidak hanya sekedar tanda tangan dan memberikan acc bahwa suatu project bisa dijalankan. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh para CEO berpengalaman seperti yang dikutip dari under30ceo.com:

1. Tidak Berhenti Mengembangkan Diri

Hal ini penting diperhatikan bagi para pemimpin muda, sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depannya. Berikut beberapa cara untuk mengetahui apakah Anda benar-benar berkembang tidak.

– Jadilah seperti spons. Bukan berarti Anda harus mengenakan kostum seperti SpongeBob Squarepants. Anda harus mampu untuk terbuka dan menyerap ide baru dan feedback dari orang-orang di sekitar Anda. Baik itu feedback positif ataupun negatif. Berusahalah untuk tidak hanya sekedar memberikan statement namun juga lebih banyak bertanya. Tidak perlu ragu untuk meminta bantuan orang lain. Jika Anda melakukan kesalahan pun tidaklah masalah, asalkan Anda dapat belajar dari kesalahan yang Anda buat dan tidak melakukan hal yang sama.

Membangun dukungan yang solid. Anda perlu aware dengan kekuatan dan kelemahan diri Anda. Cobalah untuk memaksimalkan kekuatan Anda dan menutupi kekurangan Anda.

– Motivasi diri untuk belajar. Berpartisipasi dalam suatu konferensi, mengikuti pelatihan, membaca buku baru, adalah beberapa cara untuk mendapatkan ilmu baru. Mungkin Anda paham betul seluk-beluk perusahaan Anda, namun jawaban untuk membuat gebrakan bagi perusahaan Anda dapat Anda temukan ketika Anda mempelajari hal baru.

Mulailah menulis. Sebagai CEO muda, Anda mungkin memiliki banyak ide luar biasa dalam pikiran Anda. Namun apalah gunanya ide luar biasa itu jika tidak dibagi dengan orang lain. Anda bisa mencoba untuk menuliskannya dan meminta feedback orang-orang terdekat Anda.

Baca juga: Melahirkan CEO Secara Cepat

2. Komunikasi yang Baik

Komunikasi adalah hal penting, namun menjadi sumber kegagalan bagi para CEO muda untuk melakukan pendekatan dengan karyawannya. Anda mungkin memiliki kemampuan public speaking yang baik ketika mempresentasikan suatu project, namun apalah gunanya hal itu jika karyawan Anda sendiri tidak memahami apa yang Anda sampaikan. Jujur, terbuka dan jelas adalah kunci untuk berkomunikasi dengan orang-orang di kantor Anda. Beberapa tips ini dapat memperbaiki kemampuan komunikasi Anda:

– Buatlah penjelasan yang mudah dipahami oleh orang lain, termasuk di dalamnya rekan kerja, klien dan pelanggan. Lakukan hal ini secara bertahap untuk mengetahui sejauh mana penjelasan Anda sudah cukup jelas atau belum.

Berbincang dengan karyawan Anda satu per satu mungkin dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Ajaklah salah satu karyawan Anda untuk berbincang mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana strategi mereka dalam menghadapinya. Anda bisa memberikan saran dan masukan juga. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi Anda tapi juga meningkatkan kedekatan Anda dengan karyawan Anda.

Berhentilah berpikir bahwa semua orang memiliki pemikiran yang sama dengan Anda. Pastikan apa yang Anda maksud dan apa yang mereka tangkap itu sama. Jangan ragu untuk menanyakan pada mereka apa yang Anda sampaikan sudah jelas ataukah tidak.

3. Berikan Contoh yang Baik

Setiap pemimpin pasti ingin bawahannya bekerja dengan baik dan sesuai dengan apa yang ia inginkan, namun terkadang pemimpin tidak menunjukkan bagaimana caranya. Ketika Anda ingin orang lain melakukan hal baik, maka alangkah lebih baiknya jika Anda mulai melakukan hal baik terlebih dahulu. Ketika orang lain melihat Anda sudah baik, maka mereka pun akan melakukan hal yang sama. Berikut beberapa tips untuk melakukannya:

– Berusahalah untuk tidak memanfaatkan posisi Anda. Mungkin Anda memiliki kuasa untuk melemparkan tanggung jawab pada orang lain. Namun alangkah lebih baiknya jika Anda menunjukkan etika kerja yang Anda harapkan pada karyawan Anda agar mereka melakukan hal yang sama.

– Berikan feedback positif. Berikan apresiasi pada karyawan Anda yang menampilkan performa baik. Karena suara Anda adalah suara yang paling didengar di kantor.

– Ketika Anda melakukan kesalahan dan Anda tidak ingin orang lain melakukan kesalahan yang sama. Jelaskan bahwa Anda tidak ingin kesalahan yang sama ada lagi karena Anda sudah pernah melakukannya. Lakukan secara personal dan jangan permalukan mereka.

4. Optimalkan Sumber Daya yang Dimiliki

Seorang CEO pasti selalu menginginkan hal yang terbaik bagi perusahaannya. Namun bukan berarti Anda tidak menikmati kesuksesan Anda. Ketika air sedang tenang, bukan berarti Anda tidak memedulikan perusahaan Anda, kembangkanlah.

– Ketahuilah key matrics perusahaan Anda. Bekerja samalah dengan akuntan atau penasihat keuangan untuk mengetahui bahwa Anda memahami key metrics Anda. Anggap lah bahwa mereka adalah bagian vital perusahaan Anda dan perhatikan mereka.

– Pahamilah apa yang membuat bisnis Anda berbeda. Berdiskusilah dengan penasihat ataupun CEO terdahulu mengenai hal-hal apa saja yang perlu diubah dan belum pernah tersentuh.

– Jangan pernah berhenti bertanya, “How can we do better?” Berdiskusilah dengan tim Anda, mentor Anda, pelanggan atau siapa pun di perusahaan Anda. Jangan pernah berasumsi bahwa Anda yang lakukan sudah baik.

Baca juga: 75% CEO Sekarang Lebih Percaya Social Media

Tags: ,