Ketika Anda adalah Sumber Masalahnya

Setiap orang menghadapi permasalahan setiap harinya. Justru ketika Anda merasa bahwa hidup Anda baik-baik saja tanpa ada masalah, mungkin di situlah permasalahannya. Ketika Anda merasa bahwa lingkungan sekitar Anda kerap kali menjadi masalah untuk diri Anda, mungkin Anda harus mulai bercermin dan menyadari bahwa Andalah sumber masalahnya.

Bagaimana caranya mengetahui apakah Anda sumber masalah di lingkungan kerja Anda ataukah bukan? Inc.com memberikan beberapa tips dan bagaimana caranya memperbaiki perilaku dan sikap Anda di tempat kerja.

1. Anda berpikir bahwa semua orang bodoh. Setiap orang melakukan kesalahan. Misalnya pada saat rekrutmen, bahkan Anda pun menyalahkan mereka yang sudah ahli di bidangnya. Namun jika rekan Anda sering kali salah memaknai apa yang Anda maksud, mungkin bagaimana cara Anda mengkomunikasikannyalah yang kurang baik. Lalu, bagaimana cara mengubahnya? Anda perlu mereka yang dapat membantu Anda untuk berkomunikasi. Bisa saja Anda merekrut seseorang yang dapat memahami apa yang Anda maksud, namun biasanya hal ini akan sulit untuk ditemukan. Mungkin akan lebih baik jika Anda mencari seseorang yang kemampuan komunikasinya baik sehingga ia dapat memahami apa yang Anda maksud dan mampu menjelaskan dengan baik sehingga rekan Anda paham.

2. Angka turnover yang tinggi mungkin bisa menjadi salah satu pertanda bahwa Anda adalah sumber masalahnya. Coba Anda lihat bagaimana cara Anda memimpin dan memperlakukan rekan Anda. Mungkin Anda tidak pernah melakukan promosi atau tidak menawarkan kenaikan gaji. Atau mungkin ketika seseorang mengkritik Anda, Anda malah menangkisnya. Anda juga tidak memberikan penghargaan bagi mereka yang menampilkan performa kerja yang baik. Cara memperbaikinya, perlakukan rekan kerja Anda sebagai anggota tim yang Anda hargai, tidak hanya sekedar mereka yang bekerja untuk Anda. Jika Anda memulai hal ini, mungkin secara keseluruhan akan mengubah cara Anda memimpin dan memperlakukan orang lain. Kemudian sedikit demi sedikit angka turnover akan menurun.

3. Anda memberikan komentar kasar di dunia maya secara anonim, bukan berarti Anda tidak pernah melakukannya di kehidupan nyata. Berhentilah untuk berperilaku seperti itu. Carilah hal lain yang lebih positif daripada sekedar komentar tanpa dasar. Anda bisa mulai untuk memberikan komentar positif secara anonim di dunia maya. Namun harus diikuti dengan memberikan komentar baik juga pada rekan Anda. Dampaknya akan jauh lebih baik pada diri Anda, dan tentu saja orang lain. Orang yang Anda anggap mengganggu, mungkin lama kelamaan menjadi tidak lagi.

4. Anda selalu menyalahkan hal lain di luar kemampuan Anda. Padahal mungkin jika ditelisik lebih dalam sebenarnya masalahnya bukan berasal dari hal yang tidak mampu Anda kontrol. Mungkin permasalahannya ada di Anda yang kurang teliti, kurang jeli melihat kesempatan dan sebagainya. Daripada menyalahkan hal lain, mungkin Anda bisa mencoba untuk meningkatkan kemampuan Anda pada hal yang tidak Anda sadari bahwa Anda memiliki kekurangan. Misalnya menjadi lebih teliti dan lebih jeli lagi dalam melihat peluang.

5. Jika volume suara Anda meningkat agar didengar oleh rekan Anda, mungkin Anda bisa mulai mempertanyakan cara Anda memimpin. Cara memperbaikinya? Mungkin Anda bisa mulai dengan meminta maaf pada rekan Anda dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Jika Anda mengulanginya, rekan Anda boleh mengingatkan Anda dan Anda harus membayar beberapa peser uang sebagai hukuman Anda. Uang hasil tersebut bisa dipergunakan untuk makan-makan Anda dan rekan Anda di akhir bulan. Selain melalui metode hukuman tersebut, Anda juga bisa menjelaskan pada rekan Anda bahwa Anda mengharapkan mereka untuk merespon permintaan Anda dengan tenang. Yakinlah, bahwa mereka akan mengerti dan mendukung demi kebaikan bos mereka.

Baca juga: 3 Masalah dengan Kesempurnaan

Tags: ,