Ini 10 Kata Mantra Pendiri Amazon untuk Sukses dalam Kesehatan dan Bisnis

10 Mantra Pendiri Amazon

Berawal dari  sebuah usaha kecil yang berkantor di garasi rumah, Amazon kini telah bertransformasi menjadi raksasa ritel online terkemuka di dunia. Melihat kesuksesannya, sulit rasanya untuk kembali mengingat perjalanan panjang dan penuh tantangan yang harus ditempuh Amazon untuk menjadi seperti sekarang. Faktanya, perjalanan yang dialami Jeff Bezos dan pendiri Amazon lainnya tidaklah selalu mulus.

Amazon Factory Robot

(Credit image: MindBlowing Video)

Sebelum mengakuisisi Whole Foods dan mendapatkan pujian dari berbagai kalangan, Bezos harus mengambil beberapa keputusan berisiko dan bahkan dikritik banyak orang. Misalnya saja keputusannya menggratiskan biaya kirim barang yang dibeli di Amazon. Situasi semacam itu, jelas membuat semua orang tergoda untuk menyerah. Namun seorang Jeff Bezos justru bertahan.

10 Mantra Pendiri Amazon

Bezos memiliki formula tersendiri yang ia anut yang terdiri dari 10 kata yang dirangkai dalam sebuah kalimat, “We are stubborn on vision. We are flexible on details”. Kita harus keras kepala dalam visi, fleksibel dalam detil”, kira-kira demikian arti dari ungkapan tersebut. Bahkan tak hanya bagi dirinya sendiri, prinsip tersebut juga diadopsi di Amazon.

Prinsip yang menjadi resep “sukses dan sehat” dari Bezos tersebut diterjemahkan dalam beberapa poin dalam etos kerja perusahaan, di antaranya,

  1. Jangan tenggelam dalam rasa bersalah dan tekanan dari orang sekitar

Ketika kita berniat untuk melakukan perubahan, misalnya belajar untuk lebih sehat dan fokus pada karir, akan banyak godaan muncul dari orang-orang di sekitar kita. Ketika kita ingin menurunkan berat badan, teman kita tiba-tiba menawarkan makanan tidak sehat yang biasanya tidak pernah kita tolak. Atau saat kita ingin mengerjakan deadline, tiba-tiba teman kita mengajak pergi ke café pada Jumat malam hingga pagi.

Hal-hal semacam itu menjadi distraksi yang menghambat usaha kita. Jika Anda termasuk salah satu yang mengalami hal ini, biasakan untuk tidak terpengaruh. Lepaskan diri Anda dari rasa bersalah jika menolak ajakan mereka.

  1. Prestasi yang besar butuh waktu untuk untuk dapat terwujud

 Seperti kata Bezos, jika Anda tidak keras kepala, Anda akan dengan mudah menyerah ketika percobaan-percobaan Anda gagal.

Di antara kalian mungkin pernah mendengar pameo, “kesabaran itu mulia”. Sebuah nasihat yang jauh lebih mudah dikatakan ketimbang dikerjakan. Memanglah sangat sulit untuk berlatih kesabaran ketika kita hidup di generasi microwave, di mana orang-orang ingin memperoleh hasil secara instan.

Kesabaran adalah sesuatu yang harus dilatih secara sadar, semakin sering Anda melatihnya, semakin mudah mengimplementasikannya. Kesabaran akan sangat bermanfaat ketika Anda harus memberikan keputusan. Jika Anda hanya mengandalkan emosi semata, Anda akan mendapatkan keputusan yang hanya baik untuk jangka pendek tanpa mengindahkan dampak jangka panjang.

Dalam hal kesehatan misalnya, Anda mengonsumsi suplemen-suplemen atau obat pelangsing untuk mendapatkan hasil diet yang instan. Dalam urusan karir, misalnya Anda menghamburkan uang Anda ketika Anda mendapatkan honor besar dari sebuah proyek. Sebisa mungkin, hindari kebiasaan tersebut.

  1. Hindari Tunnel Vision (cara pandang dalam lorong)

Bezos mengingatkan kepada kita, “Jika Anda tidak fleksibel, sama saja dengan Anda membenturkan kepala ke tembok yang keras dan Anda tidak dapat melihat jalan keluar yang lain dari masalah yang sedang dihadapi.”

Hindari kebiasaan tunnel vision atau hanya bergantung pada satu jalan lurus untuk dapat mencapai jalan keluar. Suatu waktu, setiap orang akan terbentur ke tembok dan itu artinya kita harus mencari jalan lain atau solusi yang lain.

Jalan yang membawa Anda ke titik  A, tidak akan membawa Anda ke titik B. Oleh karena itu, kita harus bisa berubah. Mencoba sesuatu yang baru dan terbuka dengan ide-ide baru untuk meraih hasil yang lebih baik. Jika Anda tidak pernah mau mencoba metode baru, mustahil Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari biasanya.

Jika berat badan Anda tak kunjung turun, cobalah ubah rutinitas Anda dan mencoba program diet yang lebih terpola. Atau ketika bisnis Anda tak kunjung menghasilkan, Anda dapat mencoba strategi baru yang memungkinkan bisnis tersebut berkembang. (*)