Dave Ulrich: Leadership Lebih Penting dari Great Leader

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dunia tempat kita berada kini telah banyak berubah. Kita hidup dalam dunia yang semakin komplex, penuh ketidakpastian dan perubahan terjadi semakin cepat. Dalam satu kata kondisi tersebut disingkat dengan akronim VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Akronim ini awalnya adalah istilah dalam dunia militer namun belakangan cukup populer di kalangan manajemen.

Dave Ulrich, Profesor Bisnis dari Ross School of Business, University of Michigan, membuka sesinya di Singapore Human Capital Summit (19/9) yang lalu dengan mengetengahkan tentang dunia “VUCA” tersebut. Banyak hal yang telah berubah, cara kita bekerja, cara kita melayani konsumen, cara berkomunikasi dan sebagainya. Bagaimana organisasi mengantisipasi dunia yang volatil dan tidak pasti ini?

Jawabannya adalah kepemimpinan (leadership). Di dunia “VUCA”, leadership menjadi semakin penting. Karena leadership bagaikan jangkar, sesuatu yang bisa kita andalkan di dalam lautan perubahan sosial, teknis, ekonomi, politik, lingkungan dan demografi global yang mengalir dengan cepat.

Menurut Ulrich, perusahaan yang akan berhasil dalam dunia “VUCA” adalah perusahaan yang berinvestasi pada kepemimpinan. Leadership juga berarti tidak hanya terikat pada satu leader tertentu, betapa pun hebatnya leader tersebut.

Dia mencontohkan kasus Steve Jobs di mana dulu ketika pimpinan Apple tersebut sakit sempat menyebabkan harga saham Apple yang merosot. Leadership juga berarti menyiapkan leader untuk masa depan, bukan hanya untuk saat ini.

“Karena itu leadership tidak terikat pada satu orang, tetapi terikat pada kapabilitas kepemimpinan yang dimiliki organisasi,” ujar Ulrich.

Dalam kesempatan ini Ulrich juga mengetengahkan tentang Leadership Code seperti yang ada dalam buku terbarunya The Leadership Code, 5 Rules to Lead by—bahwa ada lima dimensi yang akan membedakan seorang leader dari yang lain. Kelima dimensi itu adalah: Strategist, Executor, Talent Manager, Human Capital Developer dan Personal Proficiency.

Bagaimana peran HR dalam hal ini? Apa yang harus dilakukan HR untuk mendorong kepemimpinan yang lebih baik dalam organisasi?

“HR adalah arsiteknya dalam hal ini,” kata Ulrich yang membawakan sesinya dengan santai dan interaktif.

HR yang efektif dapat memposisikan dirinya sebagai capability builder serta membantu menciptakan sistem dan budaya yang mendukung kepemimpinan yang berkesinambungan. (*/@mei168)

Tags: , ,