Cara Pemimpin Hebat Berargumen

Seorang pemimpin yang hebat tahu betul bagaimana caranya berargumen. Daripada menilai ketidaksetujuan sebagai hal negatif, mereka mempelajari bagaimana menggunakan konflik sebagai sarana untuk mengembangkan diri.

Untuk melakukan ini, seorang pemimpin harus mempelajari seni untuk berargumen. Mendengarkan dengan baik, menerima dengan baik bahwa dirinya salah dan mencari tahu sebenarnya apa akar permasalahannya, merupakan beberapa cara untuk menghadapi argumen. Bagaimana caranya? Inc memberikan empat tipsnya untuk Anda dalam berargumen.

1. Dengarkan dulu sebelum berbicara

Ketika seseorang marah, maka salah satu hal krusial yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan orang tersebut kesempatan untuk menjelaskan dari sudut pandangnya. Pada awalnya mungkin akan sulit untuk menahan diri agar tidak menginterupsi, namun Anda perlu mendengarkan apa yang ingin dia sampaikan tanpa memotongnya. Lain kali jika Anda dalam situasi dimana seseorang sedang berargumen, maka yang perlu Anda lakukan adalah menunggu selama tiga detik sampai orang tersebut selesai berbicara. Hal ini dapat membuat seseorang termotivasi untuk terus berbicara dan jika Anda mendengarkan dengan baik, maka Anda akan memahami lebih baik apa sebenarnya masalahnya.

Pemimpin yang hebat akan dihargai jika ia mampu membuat anggotanya merasa dihargai dan dinilai. Salah satu cara untuk seperti itu adalah dengan diam dan mendengarkan.

Baca juga: 4 Esensi Seorang Pemimpin yang Rendah Hati

2. Terimalah jika Anda salah dan meminta maaflah

Berkata, “saya minta maaf” dan “ini adalah kesalahan saya,” merupakan dua cara untuk menerima argumen. Terkadang Anda berargumen dengan seseorang yang menjelaskan kepada Anda kesalahan apa yang Anda buat dan dia tidak.

Ketika seorang pemimpin mengakui bahwa ia salah, maka ini akan membangun rasa saling menghargai dan memperbaiki relasi. Pemimpin yang hebat mampu bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat sehingga ia dapat menjadikan argumen sebagai outcome yang positif.

3. Bertanyalah

Adakalanya Anda sudah terlanjur berargumen namun Anda tidak mengetahui sebenarnya apa akar masalahnya. Pemimpin yang hebat tidak seharusnya melakukan hal ini karena mereka seharusnya bertanya terlebih dahulu. Lain kali jika Anda terlibat dalam suatu argumen, pergunakan the rule of five why. Tanyalah mengapa hal ini dapat terjadi, dan seterusnya, pada akhirnya Anda akan mengetahui sebenarnya apa akar permasalahannya. Keuntungan lainnya, orang yang Anda ajak berargumen pun jadi tahu apa sebenarnya yang sedang diperdebatkan. Hal ini membuat Anda dan lawan bicara Anda dapat bekerja sama untuk membuat solusinya.

4. Bekerjasama

Pemimpin yang hebat tahu bagaimana caranya mengubah lawan menjadi kawan. Salah satu cara sederhananya adalah dengan bertanya pada lawan bicara Anda. “Apa yang seharusnya kita lakukan untuk mencapai solusi bersama dari permasalahan ini?” Ketika Anda mempertanyakan hal ini, maka Anda akan merubah argumen Anda menjadi pekerjaan bersama Anda. Hal ini akan mempermudah Anda untuk menemukan solusi. Dengan bekerjasama pula Anda dapat mengetahui jawaban apa yang tepat untuk menjawab apa yang Anda perdebatkan.

Baca juga: Di Jepang, Semakin Sedikit yang Mau Jadi Pemimpin

Tags: ,