Bekal Yang Perlu Dipersiapkan Pemimpin HR Masa Depan

josef bataona

josef bataona

Kesuksesan seseorang, tidak ditentukan dari seberapa besar modal material yang dia miliki ketika memulai perjalanan karirnya. Seorang Josef Bataona membuktikan hal tersebut. Tak hanya keluarganya yang tak berkecukupan secara materi, tetapi juga tempat tinggalnya yang begitu terpelosok di sebuah desa kecil di Nusa Tenggara Timur menyulitkannya untuk mendapatkan akses pendidikan yang memadai.

Namun, hambatan-hambatan tersebut tidaklah menghalanginya untuk dapat mendaki puncak karir, dan kini Josef duduk di posisi Direktur HR Indofood setelah sebelumnya menghabiskan 31,5 tahun berkarya di Unilever. Josef yang memulai karirnya dari Management Trainee (MT) ini juga pernah menjabat direktur HR Bank Danamon.

Dalam sebuah seminar bertajuk HR Leader Talk yang dihajat oleh karir.com bekerja sama dengan portalhr.com (12/5), Josef Bataona menceritakan bahwa perjalanan karirnya bukan tanpa kerikil dan batuan terjal.

“Kerikil-kerikil itulah yang justru membuat kita menjadi siap untuk menghadapi tantangan di masa depan yang kita tak tahu akan seperti apa,” ungkap Josef. Untuk itulah, dalam menjalani kegiatannya sehari-hari, ia selalu berusaha melakukannya dengan mengerahkan upaya terbaik.

Berkaca dari kisah sukses perjalanan Josef Bataona, ada beberapa hal yang dapat kita persiapkan ketika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang hebat dalam bidang Human Resource. Kesuksesan yang besar, diawali dengan mimpi yang tidak kecil pula. Dan tentunya, mimpi tersebut harus diikuti dengan follow up, dengan strategi-strategi implementatif dan real. Selanjutnya, kita harus yakin bahwa ketika kita memiliki mimpi dan kita berkomitmen untuk meraih mimpi tersebut, maka sesungguhnya alam semesta telah berkonspirasi untuk membantu kita mewujudkan mimpi tersebut.

“Bersikaplah seperti layaknya Anda berada di atas panggung, artinya Anda melakukan yang terbaik yang Anda bisa karena pada dasarnya Anda tengah dilihat oleh banyak orang,” ujar Josef.

Setelah bermimpi dan beraksi, seorang pemimpin juga perlu mampu memvisualisasikan mimpi atau target yang ingin diraihnya. Josef mencontohkan bahwa pada tahun 2006, dalam rangka meningkatkan performa teamnya, HRD Unilever menuliskan artikel yang berisi kesuksesan team di sebuah halaman buletin buatan mereka sendiri yang diberi nama “compass”. Di dalam halaman bulletin buatan tersebut, ditulis seolah-olah tim HRD Unilever Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai tim dengan performa karyawan terbaik pada tahun 2010. Dan benar saja, pada tahun 2010, harapan tersebut menjadi kenyataan dengan diperolehnya penghargaan sebagai Asia Best Employer dari Unilever Pusat pada bulan April.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan jika Anda ingin menjadi pemimpin masa depan adalah kemampuan untuk terus belajar dan berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, menjalin networking, dan melibatkan kreativitas dalam mengambil keputusan.

“Di Departemen HR pun, peran kreativitas sangat krusial. Karena dengan kreativitas tersebut kita akan lebih mudah mendapatkan perhatian orang sehingga mau mengikuti arahan dari kita,” ayah dari seorang putri itu menjelaskan.

Selanjutnya, pemimpin juga harus mampu menyeimbangkan antara kehidupan pribadi, professional dan keluarga. Kesehatan fisik juga harus dijaga sebagaimana kesehatan mental. Terakhir, seorang pemimpin perlu untuk menjadi pendengar yang baik karena hakikat memimpin pada dasarnya adalah melayani. (*/@yunitew)

Tags: , ,