Anda Pemimpin Atau Birokrat?

gary Hamel Singapore Human Capital Summit

Tidak hanya di dunia pemerintahan, di dunia bisnis pun tidak luput dari birokrasi. Malah, kebanyakan struktur organisasi di dunia korporasi masih mengikuti format-format birokrasi. Menurut Prof Gary Hamel, Business Expert, Author & Speaker, revolusi web akan menjadi kekuatan yang meruntuhkan birokrasi.

Di era web saat ini, seorang individu, siapa pun dia, bisa membuat perubahan dalam skala besar. Revolusi web membuat kekuasaan hanya bisa diberikan oleh orang banyak, bukan oleh posisi tertentu. Kekuasaan hanya akan didapat apabila seseorang benar-benar bagus. Demikian yang disampaikan Gary pada sesi Keynote Address “Future-proofing your organisation” pada acara Singapore Human Capital Summit 2013, Rabu (11/9).

“Mudah untuk mengetahui apakah Anda seorang leader atau birokrat,” ujar Gary. Tanyakan pada diri Anda dua pertanyaan ini: Apakah orang-orang masih mengikuti Anda ketika tidak ada otoritas dari posisi, dan tidak ada sanksi apabila orang tidak melakukan perintah Anda.

“Ketika tidak ada posisi dan tidak ada sanksi, apa yang bisa Anda perbuat? Kalau tidak bisa, Anda adalah seorang birokrat, bukan leader,” ujar Gary.

Menurutnya organisasi harus selalu mengembangkan natural leader sebanyak mungkin, terutama karena untuk mengantisipasi tantangan-tantangan di masa depan. Sebagian besar perusahaan gagal berinovasi mengikuti perkembangan teknologi karena gagalnya suksesi kepemimpinan serta gagal menghargai intelectual capital.

Ketika ditanya dalam hal ini apakah HR adalah bagian dari masalah atau bagian dari solusi, Gary berpendapat, apabila HR terlalu birokrat dan menekankan kontrol, maka mereka bisa menjadi bagian dari masalah, bukan solusi.

“Kita juga tidak terlalu naif mengatakan bahwa organisasi tidak perlu menerapkan kontrol, namun ada banyak cara untuk menerapkan kontrol,” ujar Gary.

Gary mencontohkan sebuah perusahaan yang menerapkan aturan yang sangat longgar dalam pengeluaran business travel. Setiap orang bebas untuk spend berapa saja, dan memilih kelas penerbangan maupun hotel sesuai selera, tidak ada aturan. Namun setiap pengeluaran tersebut harus dipublish di web internal dan dapat dilihat oleh semua karyawan.

“Dengan begini tentu saja karyawan tidak akan sembarangan menghabiskan budget perusahaan, bukan? Kontrol tidak selalu harus dari top-down, tetapi era web dan social media telah mengubah kekuasaan menjadi bottom-up,” pungkas Gary. (*/@mei168)

Tags: , ,