8 Pelajaran Kepemimpinan dari Para Milyarder

Tidak ada jaminan bahwa orang kaya berarti lebih bijak. Namun, tentunya ada nasihat-nasihat yang bisa diambil dari pemimpin bisnis besar yang kebetulan mereka juga adalah orang yang sangat kaya, bahkan masuk pada jajaran orang paling makmur di dunia. Hal-hal positif yang telah mengantarkan mereka pada kesuksesan kali ini adalah hal yang sangat pantas kita tiru.

Berikut adalah hal-hal yang dilakukan oleh para milyarder tersebut menurut talentculture.com 

Jabatan tidak berarti apapun

John Rockefeller tidak pernah memegang controlling interest atau saham pengendali dari perusahaan yang ia dirikan bersama rekannya, Standard Oil, dan jabatan resminya adalah Vice President. Akan tetapi, dalam hampir setiap perkara dia dilibatkan karena mereka tahu milyarder inilah yang akan membuat mereka kaya. Terkadang pemimpin dalam suatu ruangan tidak selalu berarti orang yang menyandang titel pemimpin.

Baca juga: Belajar Kepemimpinan dari Citibank

Mempromosikan seorang talent menjadi partner kerja

Pikirkan tentang organisasi Anda saat ini, lalu pikirkan seluruh komponen sumber daya manusia yang ada di dalamnya dari level puncak hingga bawah. Kemudian bayangkan apa yang akan terjadi seandainya seorang CEO, sering mengambil seorang talent tanpa melewati jajaran manager, atau bahkan direktur untuk menjadi partner dalam mengelola organisasi. Hal ini mungkin akan memusingkan.

Jika kita menginginkan kesuksesan kecil, maka jangan pernah melakukan ini. Tetapi jika kita ingin sebuah kesuksesan besar, sering-seringlah melakukan hal ini seperti yang dilakukan oleh Andrew Carnegie, yang juga duduk sebagai jajaran orang terkaya bersaing dengan Rockfeller.

Membuat keputusan dalam 15 menit atau kurang. Kemudian Move On

Bukan menganjurkan untuk meniru gaya Larry Ellison, CEO dari Oracle dalam segala hal. Tetapi gaya kepemimpinan Ellison memang cukup mengesankan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Oracle telah membeli banyak sekali perusahaan hanya dalam hitungan minggu. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Ellison hanya memerlukan waktu tak lebih dari 15 menit untuk sampai pada keputusan mengakuisisi perusahaan lain. Dalam waktu singkat tersebut mereka berhasil memutuskan untuk membeli perusahaan atau tidak. Mungkinkah Anda mencoba untuk memutuskan dalam 15 menit?

Jangan Gambling. Investasilah!

Warren Buffett bisa jadi adalah seorang milyarder yang paling dicintai di Amerika. Kecuali terkait apa yang ia sembunyikan yang tidak kita ketahui, Buffett adalah seorang bukti hidup bahwa good karma is a good business, karma yang baik akan memunculkan bisnis yang baik pula. Sisi yang mengagumkan dari seorang Buffett adalah strateginya dalam berinvestasi. Ia tidak membeli saham untuk menjualnya lagi ketika harga naik, tetapi membeli untuk jangka waktu yang panjang, atau bisa dikatakan untuk memiliki perusahaan yang ia beli sahamnya. Dia tidak menjadi penghisap seperti lintah dalam sistem, tetapi adalah seorang pebisnis sejati.

Bekerja untuk bukan dalam bisnis Anda

Richard Branson bisa dijadikan contoh yang tepat untuk poin ini. Di masa awal membangun bisnisnya, ia tak lagi pergi ke kantor melainkan mengontrol segala sesuatu dari rumahnya yang jauh dari kantor pusat. Ketika meeting pun, ia mengajak staff-nya untuk datang ke kediamannya. Dalam menjalankan usahanya, ia seperti meminjam “otak” orang dan memberikan mereka kebebasan untuk melakukan berbagai tugas yang memang menjadi alasan mengapa mereka direkrut. Memang kita tidak bisa lantas mengeklaim bahwa itulah kunci sukses Virgin, tetapi setidaknya Branson telah menciptakan benchmark bahwa seorang staff bisa menggali ilmu dan bereksperimen di sebuah perusahaan besar. Intinya, dalam berbisnis, ada waktu di mana kita harus lepas tangan dalm proses operasi di perusahaan.

Membayar Pajak

Ini adalah pernyataan dari seorang Buffett. Tidak banyak pengusaha yang cukup peduli dengan urusan tugas dan kewajiban moral masyarakat terhadap negaranya sendiri. Buffett cukup peduli dengan hal ini.

Hormati Orang Lain, Bahkan Sayangi Mereka

Seorang milyarder yang mengungkapkan hal tersebut adalah Oprah Winfrey. Ia menyukai semua orang dari lapisan manapun. Hal itu cukup jelas karena tidak mungkin ada orang yang bisa berpura-pura suka dalam waktu yang begitu lama. Oprah bukan menyukai orang karena hal tersebut baik untuk bisnis, melainkan menyukai orang sehingga bisnisnya bisa bagus.

Have Fun

Sebuah bisnis adalah layaknya kehidupan di dunia ini. Jika kita tidak bisa “fun” atau bergembira menjalani bisnis tersebut pasti ada sesuatu yang salah. Branson menjadi contoh lagi dalam hal ini. Ia adalah pebisnis yang hampir selalu tampak bahagia di setiap kesempatan. Branson sendiri menamai bisnisnya, “Virgin” dengan alasan bahwa mereka masih sangat “virgin” dalam melakukan bisnis. Orang selalu ingin berada di dekat Branson, mereka ingin mendapat cipratan optimime, kebahagian dan sebuah perasaan berpetualang hebat.

Baca juga: 7 Langkah Untuk Membangun Kepemimpinan Yang Efektif

Tags: ,