4 Pelajaran Kepemimpinan dari Permainan Candy Crush

Candy Crush

Siapa yang tidak tahu Candy Crush, permainan berbasis aplikasi smartphone (game) yang telah sekian lama menjadi candu bagi para penggunanya. Permainan tersebut telah diunduh dan dimainkan oleh hampir 100 juta orang di dunia. Dan siapa sangka permainan yang sebetulnya berfungsi untuk ‘refreshing‘ ini memiliki manfaat yang lain untuk mengembangkan kepemimpinan.

Candy Crush

Kim Ades, pendiri salah satu organisasi pengembangan kepemimpinan di Amerika melalui inc.com menuliskan beberapa hikmah yang dapat dipetik dari permainan tersebut. Berikut adalah 4 (empat) pelajaran kepemimpinan yang dapat diambil ketika kita bermain Candy Crush.

1. Kegagalan tidak berarti apapun

Ketika bermain Candy Crush, sudah tentu kita akan berkali-kali mengalami kegagalan. Herannya, justru kegagalan itulah yang memacu Anda untuk terus bermain dan mencapai target dari setiap level. Kegagalan tersebut tidak membuat Anda lantas terlihat bodoh atau kurang terampil. Kegagalan tersebut tidak berarti apa-apa. Justru kita menyediakan ruang untuk kegagalan sebelum melaju pada keberhasilan.

Pelajaran:

Hal ini tentunya sangat baik apabila kita terapkan dalam situasi bisnis atau kepemimpinan sehari-hari. Kegagalan tidak menjadi suatu penghalang untuk maju dan terus berusaha. Kegagalan bukan sebuah indikasi bahwa keterampilan kita kurang memadai atau fasilitas kita kurang mendukung sehingga kita tidak perlu ragu dan menyerah. Kegagalan adalah insentif untuk terus mengejar keberhasilan.

2. Fokus pada apa yang telah dilakukan dengan benar

Salah satu hal yang menyenangkan dari bermain Candy crush adalah adanya komplimen setiap kita berhasil memecahkan banyak permen virtual atau kita melakukan pergerakan yang benar saat bermain. Pujian-pujian tersebut membuat kita lebih bersemangat untuk menaklukan semua level. Dan bahkan, treatment tersebut juga tidak berlaku sebaliknya ketika kita melakukan kesalahan. Tidak ada suara yang bernada mengejek ketika kita gagal. Hal ini membuat kita tetap bersemangat untuk terus mencoba.

Pelajaran:

Sebagai seorang pemimpin, kita dapat belajar dari aspek permainan yang satu ini. Kita perlu mengenali kemampuan dan keberhasilan anak buah sehingga kita bisa terus memacu semangat mereka. Selain itu, kita juga belajar untuk tidak menyumpahi kekalahan ataupun kegagalan yang kerap terjadi saat kita berusaha untuk mencapai tujuan.

3. Meningkatkan tantangan secara berkelanjutan

Saat kita memulai bermain Candy Crush, level-level awal masih terasa mudah dan kita jarang gagal. Namun, seiring bertambahnya level, permainan menjadi semakin sulit dan kita kerap gagal. Tingkat kesulitan memang semakin tinggi, akan tetapi rasa penasaran kita untuk menaklukan semua level juga semakin besar. Jika saja tantangan dalam permainan tersebut tidak berubah. Bisa jadi kita akan cepat bosan.

Pelajaran:

Meningkatkan tantangan adalah aspek yang krusial untuk membuat karyawan tetap ingin terlibat dalam bisnis kita. Bimbinglah mereka untuk merasakan kemenangan di awal, kemudian kita tantang lagi dengan pekerjaan yang lebih menantang.

4. Cari tahu caranya, ketika Anda telah terjun mencobanya

Saat bermain Candy Crush, Kim mengaku bahwa dia tidak membaca terlebih dahulu panduan tentang cara bermain. Dan sebagian dari kita mungkin saja melakukan hal yang sama. Kita belajar setelah mulai bermain. Dan menemukan sebuah kejutan baru menjadi kesenangan tersendiri. Misalnya saat kita tahu bahwa menyejajarkan lima permen yang berwarna sama akan membuat kita mendapatkan bonus bola penghancur. Sayangnya, apabila kita tidak menghitung jumlah langkah yang tersisa, Anda juga akan kalah dengan mudahnya.

Pelajaran:

Belajar sepanjang perjalanan adalah hal yang sangat baik ketika kita ingin menggapai suatu target. Tidak ada instruksi atau panduan yang pasti dalam menggapai sebuah kesuksesan. Kesuksesan adalah milik mereka yang ketika jatuh bangkit lagi, belajar dari kesalahan dan kemudian mencari strategi baru untuk mewujudkan cita-citanya. Mereka bisa saja belajar dari buku, seminar, webinar ataupun sumber lain yang bermanfaat. Setelah itu, menggunakan pengetahuan barunya untuk menaklukkan tantangan hingga tercapai kesuksesan. (*)