3 Cara Komunikasi Nelson Mandela

nelson mandela

Perjuangan Nelson Mandela dalam melawan rasialisme di negaranya memakan waktu puluhan tahun. Hampir sepanjang hayatnya Mandela bertemu konflik dan perseteruan. Mandela menduduki posisi Presiden Afrika Selatan pada tahun 1994, saat usianya sudah mencapai 76 tahun. Sebelumnya ia terpilih sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada tahun 1991-1997.

Mandela menjalani masa kurungan selama kurang lebih 27 tahun, pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster. Kampanye Internasional yang menuntut pembebasannya membuat Mandela dibebaskan pada tahun 1990.

Presiden pertama Afrika Selatan yang berkulit hitam ini dikenal sebagai pemimpin yang berani melawan ketidakberimbangan. Ia disebut-sebut mewarisi sifat pemberontak Ibunya, Nosekeni Fannydan sifat bijaksana Ayahnya, Gadla Henry Mphakanyiswa.

Banyak karakter dan kepribadian Mandela yang mencirikan seorang pemimpin hebat, salah satunya adalah cara ia berbicara. Menurut Nancy Duarte, Principal at Duarte Design, Inc. seperti dikutip dari blog Linkedin, Mandela dikenal sebagai komunikator yang baik, negosiator ulung dan penyampai pesan yang unik. Hal ini terbukti dari hubungan kenegaraan Afrika Selatan yang dibina Mandela saat ia memimpin berjalan sangat baik dan cukup luas.

Pada sidang tahun 1964, Mandela yang juga dijuluki ‘Bapak Bangsa’ ini dituduh melakukan sabotase dan konspirasi untuk menggulingkan pemerintah. Saat itu sebenarnya ia dijadwalkan untuk bersaksi dalam persidangan, namun Mandela malah memanfaatkan kesempatan itu untuk berdeklamasi di depan publik. Sepertinya pidato Mandela saat itu merupakan pidato yang paling terkenal sampai 3 dekade kemudian. Ia mengakhiri pidatonya dengan kalimat berikut:

“Saya di sini menyampaikan ide demokrasi dan kebebasan rakyat di mana semua orang hidup berdampingan dalam harmoni dan persamaan hak. Untuk itu, saya berharap dapat menghidupkan dan meraihnya. Bahkan jika dibutuhkan, saya rela mati untuk memperjuangkannya,” ujar Mandela.

Kata-kata Mandela menghujam hati dan pikiran orang yang mendengarnya saat itu. Sebagai politisi, Mandela melakukan banyak hal untuk menghentikan apartheid. Dan sebagai seorang pemimpin ia menunjukkan lebih jauh lagi kekuatan daripada komunikasi persuasif.

Apa yang membuat Mandela berbeda dengan pemimpin yang lain, menurut Nancy, Mandela berhasil menyampaikan idenya dengan cara komunikasi yang menekankan pada 3 hal di bawah ini, yaitu:

– Care: Dia mempunyai ide dan keinginan yang keras, namun dia menyampaikannya dengan sikap yang ‘peduli’. Dia tak ragu untuk pasang badan bahkan mati demi idenya itu. sangat jarang dari kita yang mau mengorbankan hidup kita demi cita-cita kita. Mandela membangun komunikasi itu dengan suri tauladan yang bisa dicontoh. Dalam sebuah kesempatan ia mengatakan,” “If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his language, that goes to his heart.”

– Communicate: Dia memilih kata-katanya dengan hati-hati, dibuat dengan sebaik mungkin dan sering dikomunikasikan. Kekuatan kata-katanya membangun sebuah benteng yang kuat dari pergerakan Mandela.”A good head and a good heart are always a formidable combination.”

– Commit: Dia bergerak dengan kekuatan penuh. Ketika musuh menantang dirinya dari semua sisi, ia membuat komitmen tanpa henti dan tak kenal lelah untuk menahan hambatan. “If you want to make peace with your enemy, you have to work with your enemy. Then he becomes your partner.”

Ia menuai usahanya selama ini, yaitu meskipun Mandela telah dibebaskan, perjuangan kesetaraan terus berlanjut hingga saat ini.

Jadi carilah sesuatu yang Anda peduli, komunikasikan dengan baik untuk membuat perbedaan, dan tetap berkomitmen sampai perubahan benar-benar terjadi. Mandela melakukannya, dan kita semua bisa lebih baik untuk itu.

 

Foto: Wikipedia

 

Tags: , ,