Ini Work Life Balance Ala CEO Virgin Air

Richard Branson

Seorang CEO, terutama dari perusahaan sebesar Virgin Air, tentunya dihadapkan pada banyak kesibukan untuk mengelola pekerjaannya. Meeting dengan klien, bertemu investor, dan beragam jenis pekerjaan lain yang menuntutnya untuk mengerahkan kemampuan otak maupun fisiknya. Lalu bagaimana seorang Richard Branson menyelaraskan antara aktivitas profesional dengan pribadinya?

Richard Branson“Saya tidak pernah membedakan antara pekerjaan (professional) dan kehidupan pribadi. Bagi saya, pekerjaan saya adalah hidup saya dan begitu juga sebaliknya,” ungkap Branson seperti dikutip dari Linkedin Pulse.

Merasa bahwa pekerjaan Anda terlalu berlebihan berpengaruh negatif terhadap kesehatan dan kebahagian Anda. Namun, jika Anda dapat menemukan pekerjaan yang membuat Anda bersemangat dan bergairah untuk dikerjakan, maka kerja keras bukan lagi sebuah beban pekerjaan.

Dalam hidup, setidaknya Anda menghabiskan kurang lebih 80% waktu Anda untuk bekerja. Jadi, jika menemukan karir impian membuat Anda harus berhenti sejenak dari pekerjaan Anda saat ini, setidaknya hal itu akan menjadi hal berharga di masa depan.

Baca juga: Ini Cara CEO Habiskan Liburan Tanpa Rasa Khawatir

Branson mengatakan bahwa ia mengilhami betul filosofi “work hard, play hard” dalam hidupnya. Meskipun hal ini terdengar klise, tetapi ia mengaku bahwa filosofi tersebut sangat efektif untuk menciptakan work-life balance.

Implementasinya, Branson memaparkan bahwa setiap orang harusnya memprioritaskan keluarga dan teman. Ketika sedang bersama mereka, matikan notifikasi di ponsel dan apapun yang menyebabkan distraksi. Pasang auto-reply di email yang menyatakan bahwa Anda sedang di luar kantor dan tidak sedang bersedia untuk diskusi apapun yang berhubungan dengan bisnis.

Selain keluarga di rumah, di kantor pun kita perlu bersosialisasi dengan rekan kerja. Di perusahaannya, Branson bahkan sangat mendukung adanya pesta atau perayaan. Hal ini memungkinkan karyawan untuk saling berinteraksi di luar urusan kerja sehingga menjadi lebih akrab satu sama lain. Memprioritaskan urusan keluarga, bukan berarti kita mengesampingkan urusan pekerjaan. Ketika sedang bekerja, usahakan untuk hanya fokus pada pekerjaan.

Branson juga mengungkapkan bahwa ia cukup senang dengan banyaknya perusahaan yang mulai mengubah perspektif tentang tempat kerja. Saat ini, mereka sudah mulai sadar bahwa bekerja tidak selamanya harus di kantor dan ide-ide terbaik justru keluar dari tempat-tempat bersantai seperti di bawah pohon atau di pantai.

Silicon Valley, yang disebut sebagai tempat berkumpulnya para start up, seharusnya berisi orang-orang dengan kemauan keras dan pekerja serius. Tapi dari selebaran flyer yang diedarkan di cabang Virgin di Silicon Valley, Virgin America, permintaan mereka justru reward berupa “liburan ke Hawai”. Virgin pun dengan senang hati menyanggupi permintaan ini.

Dan bahkan, permintaan inilah yang membuat Virgin tercetus untuk menambah rute dari San Fransisco ke Honolulu, Oahu, dan Kahului. Untuk merayakannya, mereka akan mengadakan pesta di Hawai dengan menginap di penginapan pribadi dari Airbnb Residence. (*)