Ini Ternyata, Khasiat Scenario Planning untuk Menjaga Perusahaan Tetap Hidup Di Masa Depan

Khasiat Scenario Planning untuk Menjaga Perusahaan tetap Hidup Di Masa Depan

Masa depan bukan sesuatu untuk diprediksi, tetapi untuk diantisipasi. Demikian kutipan quotes yang disampaikan oleh Andi Ilham Said, Core Faculty PPM School of Management, dalam sebuah Seminar Talk to the Experts “Scenario Planning, Strategi Inovatif Menaklukkan Ketidakpastian” di Kampus PPM Manajemen-Jakarta, pekan lalu (14/3).

Khasiat Scenario Planning untuk Menjaga Perusahaan tetap Hidup Di Masa Depan

Sudah bukan rahasia lagi bahwa bisnis di seluruh dunia termasuk Indonesia memiliki tantangan yang sangat berat bernama VUCA World. VUCA menggambarkan ketidakpastian yang membuat pimpinan bisnis harus berpikir keras untuk bertahan lima atau bahkan sepuluh tahun mendatang. Paling tidak, di antara ketidakpastian tersebut masih terdapat banyak harapan dan peluang.

Baca juga: Bagaimana Persiapan HRD Hadapi VUCA World?

Lalu bagaimana perusahaan atau organisasi mengantisipasi masa depan tersebut?

Andi Ilham, sebagai salah satu pembicara, mengawali sesi seminar dengan mengingatkan bahwa masa depan bukanlah interpolasi masa lalu. Ia mengatakan, “Oleh karena itu kita tidak boleh mengabaikan sebuah scenario planning dan dapat melihat sesuatu dari segala sudut. Dengan persiapan berbagai skenario dalam perencanaan, perusahaan dapat lebih fleksibel dan tetap fokus dalam mengimplementasikan rencana bisnis yang efektif.”

Dalam seminar tersebut, hadir pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang memaparkan bagaimana scenario planning ini berjalan di kementriannya. “Perekonomian Indonesia yang katanya terbaik beberapa tahun silam, luluh lantak karena tidak adanya skenario, dengan scenario planning, minimal bisa memitigasi risiko” ujarnya.

Baca juga: Menggali Potensi Bisnis Melalui Big Data

Bambang juga menjelaskan bahwa, tiap kali membuat planning, harus melihat peluangnya, jangan hanya terpaku pada risiko saja. Ia menambahkan, “Kita harus tahu persis risiko dari langkah yang kita ambil atau antisipatif. Setelah itu, tugas selanjutnya adalah mencari langkah antisipasi dengan mengeluarkan kebijakan, demi menjaga ekonomi nasional tetap kompetitif dan mendorong pertumbuhan.” (*)