Ini Alasannya, Kenapa Profesional Human Capital Perlu Paham Business Model Canvas

BMC

MIA-250pxlOleh: Octa Melia Jalal

SAAT INI INOVASI merupakan suatu keharusan setiap perusahaan. Di dalam perusahaan yang inovatif, Human Capital profesional tidak bisa lagi hanya mengandalkan kompetensi teknis pada sumber daya yang dimilikinya, mereka juga dituntut untuk memahami kondisi eksternal yang mempengaruhi kemampuan perusahaannya dalam bersaing.

Untuk itu, mereka harus mampu mengidentifikasi siapa pemangku kepentingan (stakeholder), pemegang saham dan konsumen perusahaannya. Akan jauh lebih baik bila mereka mampu memahami nilai tambah yang diharapkan oleh pelanggan atau pemangku kepentingan perusahaannya, sehingga pada akhirnya mereka memahami aktifitas dan sumber daya kritis serta inovasi apa saja yang harus dilakukan untuk memenuhi harapan tersebut.

Salah satu cara untuk memenuhi kompetensi tersebut adalah dengan memahami model bisnis perusahaan dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dari Alexander Osterwalder. BMC merupakan konsep model bisnis yang menyederhanakan gambaran dari berbagai kegiatan perusahaan yang berperan sebagai penyelaras antara tuntutan industri, strategi dan implementasinya, sehingga tujuan perusahaan tercapai.

BMC

Dalam konsep BMC, kegiatan-kegiatan perusahaan dibagi dalam sembilan aspek yaitu Customer Segments, Value Propositions, Customer Relationships, Channels, Key Partners, Key Activities, Key Resources, Cost Structures dan Revenue Streams. Dari masing-masing aspek akan terjadi trade-off atau pertukaran, yang berujung pada adanya peningkatan penghasilan bagi perusahaan.

Pemahaman BMC akan membuat profesional Human Capital lebih cepat mengidentifikasi kelompok aspek offering perusahaannya yang terdiri dari aspek value proposition, customer segments, channels, customer relationship dalam organisasinya. Dengan pemahaman tersebut, profesional Human Capital akan lebih efektif mengindentifikasi keunggulan bersaing perusahaannya dan jasa atau produk yang membedakan perusahaannya dengan kompetitor.

Selanjutnya menyelaraskan standar kinerja unit dan individu dengan perilaku-perilaku yang kritis untuk keunggulan bersaing perusahaan. Sebagai contoh, tingginya persaingan di industri Rumah Sakit memaksa fungsi Human Capital salah satu kelompok Rumah Sakit untuk mengidentifikasi keunggulan bersaingnya. Dari analisis disimpulkan bahwa pelayanan pasien yang terintegrasi dan transparan adalah keunggulan Rumah Sakit tersebut. Selanjutnya unit Human Capital menetapkan bahwa seluruh indikator kinerja unit dan individu harus berelasi menuju kualitas pelayanan yang terintegrasi dan transparan.

BMC juga mempermudah profesional Human Capital mengidentifikasi kelompok infrastructure yang terdiri dari aspek key activities, key resources, dan key partners. Dengan pengetahuan tersebut mereka akan lebih akurat dalam menetapkan model kompetensi bagi perusahaannya dan menetapkan kelompok aktifitas mana yang kritikal untuk diindentifikasi kompetensi dan memetakan orang-orang bertalentanya.

Baca juga: Building High Performance Organisation In Disruptive Technologies

Dalam kasus kelompok Rumah Sakit, selanjutnya fungsi unit Human Capital mengidentifikasi bahwa customer service dan relationship adalah kompetensi yang penting bagi perusahaan. Mereka juga mengidentifikasi bahwa seluruh karyawan di kelompok pekerjaan yang berinteraksi dengan pasien membutuhkan peningkatan kompetensi secara komprehensif. Setelah program peningkatan kompetensi dilakukan, maka dengan mudah fungsi Human Capital mengidentifikasi kelompok talenta dalam perusahaan.

Bila sebuah perusahaan sudah memiliki model kompetensi dan mampu memetakan orang bertalenta sebagaimana kelompok Rumah Sakit di atas, maka sudah dapat dipastikan fungsi Human Capital di perusahaan itu mampu memenuhi kewajiban dan wewenangnya untuk menyediakan karyawan yang memiliki kompetensi dan kinerja yang andal. Karyawan seperti itulah yang mampu menunjang terimplementasinya setiap aspek model bisnis organisasi dapat mempertahankan keunggulan bersaing perusahaannya.

Untuk mempercepat proses mempelajari BMC, profesional Human Capital perlu berinteraksi dengan pihak terkait dengan tiap aspek di dalam organisasi, misalnya mereka perlu banyak berinteraksi dengan unit pemasaran, agar mengerti siapa segmen pasar yang dituju dalam memasarkan produk/jasa dan seterusnya. (*/Octa Melia Jalal – Konsultan, PPM Manajemen)