Buat CEO, Ini Cara Habiskan Liburan Tanpa Rasa Khawatir

summer-814679_640

Jika Anda adalah seorang CEO, mungkin Anda termasuk dalam dua kategori berikut. Pertama, Anda sudah tidak pergi berlibur selama bertahun-tahun, atau kedua, Anda berlibur tetapi tidak bisa menikmatinya karena terus menerus kepikiran dengan urusan bisnis.

ipad-649499_640

(Sumber image: pixabaycom)

Seorang CEO/entrepreneur, dipahami tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan karyawan biasa. Oleh karena itu, ketika berpikir tentang liburan, acapkali mereka khawatir seandainya suatu hal yang buruk terjadi ketika mereka sedang jauh dari perusahaan.

Baca juga: Agar Karyawan Tetap Produktif Setelah Liburan, Ini yang Harus Dilakukan Atasan

Meskipun secara umum masyarakat beranggapan demikian, ada cara yang dapat ditempuh oleh para top management ini untuk menikmati liburannya, dengan tetap terhindar dari rasa bersalah terhadap konsumen, klien partner dan pemangku kepentingan yang lain. Dilansir dari inc.com, berikut beberapa referensi yang dapat dipakai agar terhindar dari rasa was-was saat berlibur bagi CEO.

summer-814679_640

(Sumber image: pixabaycom)

Sebelum Pergi Berlibur

Dengan membagi liburan menjadi tiga fase, sebelum, saat liburan dan setelah liburan, kita dapat terbantu untuk tetap memastikan bahwa perusahaan kita tetap tidak keluar jalur (on-track). Karena Anda inginnya bisa menikmati liburan, oleh karenanya perlu dipastikan bahwa selama posisi jauh dari kantor, ada pihak lain yang dapat memegang kendali urusan-urusan yang berhubungan dengan Anda.

1.Rapat dengan siapapun yang Anda serahi wewenang untuk mengambil alih kewajiban Anda

Bertemu dan berdiskusi dengan pengganti Anda selama berlibur adalah hal pertama yang mutlak dilakukan. Anda tidak cukup hanya menunjuk saja, tetapi juga bertemu, berbicara dan berdiskusi tentang ekspektasi terhadap pengganti Anda. Anda juga dapat memberikan arahan tentang penyelesaian masalah atau pengambilan keputusan sementara Anda tidak berada di kantor. Rapatlah dengan orang tersebut setidaknya dua minggu sebelum liburan.

2.Jangan mengambil terlalu banyak proyek besar sebelum pergi berlibur

Hal yang sama juga berlaku untuk deadline. Jangan mengambil banyak deadline sebelum pergi berlibur. Jika Anda ingin menginisiasi proyek yang besar, tunggulah sampai Anda pulang dari liburan. Bahkan seandainya calon klien pemberi proyek telah berbicara tiga minggu sebelum berlibur, tetaplah pertimbangkan berapa lama durasi dari proyek tersebut.

3. Jangan lupa memasang “Out of Office” Status di Email Anda

Hal ini cukup jelas dan harus diingat. Settinglah email Anda “autoreply” yang menyatakan bahwa Anda sedang di luar kantor dan cantumkan pula alamat email pengganti Anda. Dengan begitu, orang yang berkepentingan dengan Anda mengerti dengan siapa harus berhubungan saat Anda pergi.

4.Pastikan bahwa tidak ada yang perlu Anda kerjakan saat sedang berlibur

Di tempat Anda berlibur, bisa jadi Anda kesulitan menemukan outlet apapun, tidak ada internet dan juga sinyal. Agar tidak panik jadikan “membuka email” sebagai sebuah kemewahan, bukan keharusan.

5.Matikan semua notifikasi di ponsel

Tahun 2015, kita memakai ponsel sebagai kamera. Hal itu pulalah yang sebaiknya kita lakukan ketika berlibur. Matikan semua notifikasi akun Anda di ponsel sehingga Anda tidak tergoda untuk mengurusi pekerjaan di luar agenda liburan. Bahkan, Anda dapat menyeting ponsel Anda menjadi “airplane mode”.

Selama Liburan Berlangsung

1.Pasang limit waktu dalam penggunaan ponsel atau komputer

30 menit adalah waktu yang cukup bagi Anda untuk memakai komputer untuk kepentingan pekerjaan kantor setiap harinya. Memasang batasan waktu membantu Anda agar tidak terbawa suasana sehingga malah mengerjakan tugas kantor ketika berlibur.

2.Lakukan pengecekan email pada pagi hari

Pagi hari adalah saat yang paling tepat untuk melihat-lihat email yang masuk karena pada pagi hari, kita tidak mudah terbawa suasana. Anda masih bersemangat untuk mengikuti rencana liburan yang menyenangkan. Sedangkan jika Anda membukanya pada malam hari, Anda akan terpengaruh dan malah larut dengan pekerjaan Anda.

3.Nikmati apa yang sedang dikerjakan

Selalu pastikan bahwa Anda hidup untuk apa yang ada di depan Anda. Misalnya Anda sedang berlibur, fokuslah untuk berlibur, jika sedang dengan keluarga, tumpahkan segala perhatian untuk keluarga dan begitu juga ketika di kantor. Fokus pada apa yang sedang Anda hadapi dan nikmatilah liburan di depan Anda.

Baca juga: Seorang Karyawan Google Mendapat Liburan karena Surat dari Putrinya

Setelah Liburan

1.Usahakan untuk kembali pulang pada hari Sabtu

Dengan pulang di hari Sabtu, setidaknya Anda masih punya satu hari untuk kembali mempersiapkan diri sebelum benar-benar berhadapan dengan pekerjaan di kantor. Selain itu, Anda juga dapat menyelesaikan pekerjaan rumah yang terbengkalai sejak liburan. Selanjutnya, Anda juga dapat mengecek email tanpa distraksi apapun seperti jika Anda sedang di kantor. Pada hari Senin, Anda akan merasa lebih relax ketika bekerja.

2.Ingatlah bahwa Anda Berhak Berlibur

JIka Anda kembali dengan sikap pesimis karena ada hal-hal yang tidak terselesaikan dengan baik ketika Anda pergi, biasanya Anda akan mulai menyalahkan diri sendiri. Sikap seperti ini harus dihindari. Yakinkan pada diri sendiri bahwa berlibur adalah investasi untuk jiwa maupun raga yang akan berdampak positif bagi kelangsungan bisnis jangka panjang.

3.Memulai Kerja dengan Pelan

Hal ini selaras dengan poin untuk tidak mengambil terlalu banyak deadline sebelum pergi berlibur. Saat kembali bekerja, jangan biarkan Anda menjadi sangat stress karena pekerjaan menumpuk yang harus segera diselesaikan. Mulailah dengan ritme yang pelan untuk mempermudah Anda masuk kembali ke rutinitas kerja yang padat. (*)

Tags: ,