Belajar Berdamai dengan Kegagalan dari Seorang Innovator

James Dyson

Jika kita berkeliling di toko retail, perkakas rumah tangga memang bukan sesuatu yang menarik untuk dilihat. Namun tidak bagi seseorang yang memiliki jiwa inovasi.

Buktinya, di mata James Dyson, sebuah vacuum cleaner bisa mendorong dia untuk menciptakan inovasi, mengotak-atik hingga mendapatkan alat yang lebih canggih lagi. Dyson adalah seorang inventor yang akhirnya menjadi pengusaha di bidang perkakas rumah tangga di Inggris.

James Dyson

Ia telah berhasil membuat lebih dari 50 model alat sedot debu tersebut dan menggulirkan penjualan jutaan produk. Dari pengalaman Dyson tersebut, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pelajaran, terutama terutama tentang ketekunannya melawan kegagalan.

1. Mencari tahu apa yang membuat Anda frustasi

Dyson menemukan berinovasi dalam memproduksi vacuum cleaner karena ia tidak pernah merasa puas dengan vacuum cleaner yang sebelumnya sudah ada di supermarket. Padahal, hampir semua produsen mengklaim bahwa vacuum cleaner mereka adalah alat dengan kinerja terbaik dibanding dengan alat lainnya.

Dengan fenomena tersebut, Dyson merasa bahwa ada ekspektasinya yang tidak dapat terpenuhi oleh produk-produk yang sudah ada. Ia pun memutuskan untuk terus memperbaharui. Jadi, jika Anda tengah merasa gagal, curilah inisiatif dari Dyson ini. Identifikasi dan catat hal-hal yang membuat Anda frustasi, kemudian tanyakan pada diri sendiri? Bagaimana saya bisa mengatasi kegelisahan ini?

Baca juga: Ini Cara Javaplant Mengulik Potensi Gen Y untuk Terus Berinovasi

2. Biarkan Frustasi menjadi pendorong presentasi penjualan Anda

Dyson bercerita kepada The Guardian bahwa perasaan frustasi yang ia miliki tidak membantunya dalam proses kreatif pengerjaan temuan baru. Namun, frustasi tersebut mampu mendongkrak penjualan dengan cara memperbaiki sales pitch (penawaran) ke konsumen.

Ia berkata, “Saya biasa menjual barang dengan perspektif rasa frustasi. Ketika Anda bisa mengerti kegelisahan orang-orang, maka Anda mendapatkan satu sudut pandang baru untuk memasarkan barang Anda. Frustasi dan kebutuhan konsumen dapat dimainkan untuk meraih simpati calon pembeli.”

3. Belajar dari kegagalan

Jika Anda berpikir bahwa para penemu bisa langsung berhasil dalam sekali percobaan, hal tersebut salah besar. Dyson sendiri telah mengalami kegagalan lebih dari 5.000 kali. “Kala itu saya sempat gagal 5.126 kali,” ungkapnya. Dari kegagalan tersebut, Dyson justru menemukan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. Ia meneruskan, “Saya belajar dari kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami dan dari situ saya justru mendapatkan solusi-solusi baru. Jadi saya sama sekali tidak ada masalah dengan kegagalan.”

4. Biarkan penolakan memotivasi Anda

Sebelum berhasil menjual produk temuannya, Dyson telah ditolak di banyak sekali perusahaan manufaktur vacuum cleaner ternama di kotanya. Namun, hal itu justru memacunya untuk menjual temuannya dengan brand dan perusahaannya sendiri. Penolakan bukanlah sebuah kemunduran tetapi justru membawa kita kepada kesempatan-kesempatan yang lain.

Baca juga: Galakkan Semangat Inovasi, PLN Terapkan dalam 20 KPI Karyawan

5. Jangan mengharapkan kesuksesan yang instan

Butuh waktu yang sangat lama untuk menghasilkan 5.127 jenis prototype. Namun Dyson tidak pernah putus asa dan selalu persisten. Saat Anda sedang mencoba membangun sebuah brand atau perusahaan, jangan cepat menyerah dan tetap tekun.

Ia berujar, “Orang-orang selalu mengagumi keberhasilan yang instan, menciptakan sesuatu dalam waktu yang sangat cepat. Kalau saya justru berpikir sebaliknya. Saya mengagumi orang-orang yang bekerja keras dalam waktu yang lama dan akhirnya mendapatkan apa yang ia mau.”

6. Tidurlah yang cukup

Menciptakan berbagai temuan dan menjalankan perusahaan, tidak membuat Dyson melupakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Ia mengaku tidur selama 10 jam pada malam hari dan ketika di rumah, ia tidak pernah menyalakan notifikasi email atau panggilan bisnis. Namun ketika sedang bekerja, ia bekerja sangat keras dan fokus. Baginya, bekerja bersungguh-sungguh bukan berarti dia harus melupakan kedamaian hati dan pikiran.

7. Investasi dalam inovasi

Menjalankan perusahaan yang sudah terbilang sukses, tidak membuat Dyson berpuas diri. Ia berpikir untuk masa depan dengan berinvestasi pada permesinan dan inovasi. Melalui James Dyson Foundation, ia mendorong para mahasiswa untuk menjadi inventor dengan mengikuti kompetisi teknologi temuan yang diadakan. Selanjutnya, mereka juga menghargai temuan dari para inventor dengan cara memberikan award melalui James Dyson Award. (*)

Tags: , , ,