Yahoo Melarang Karyawan Bekerja Dari Rumah, Siapa Saja Yang Protes?

yahoo-office

Jumat pagi (22/2) karyawan Yahoo sempat geger. Mereka menerima memo dari HRD Yahoo, Jackie Reses terkait kebijakan baru yang dibuat Marissa Mayer, CEO Yahoo. Dalam memo yang bocor di internet itu, Yahoo menyampaikan karyawan tidak diizinkan lagi bekerja dari rumah.

Mayer mempertegas bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua karyawan mulai Juni 2013 mendatang. “If they don’t want to, they can quit,” tulis Kara Swisher salah satu karyawan Yahoo mencontohkan apa yang disampaikan Mayer dalam memonya.

Langkah itu diambil dengan harapan bahwa Yahoo bisa lebih solid. “Untuk menjadi tempat terbaik dalam bekerja, komunikasi dan kolaborasi akan menjadi penting, itulah mengapa kita semua perlu hadir di kantor kami,” tulis Reses. Ia menyimpulkan bahwa kecepatan dan kualitas sering dikorbankan ketika bekerja dari rumah. “Kami harus menjadi satu Yahoo! Dan itu dimulai dengan pertemuan secara fisik,” tulis Head of Human Resources, Jackie Reses dalam memo.

Sayangnya, kebijakan ini kurang mendapat dukungan dari karyawan Yahoo, mereka merasa terjebak dengan keputusan tersebut. “Banyak staff yang marah hari ini, mereka mengaku pada awalnya menerima tawaran bekerja di Yahoo karena asumsi bahwa mereka bisa bekerja fleksibel. Ternyata tidak begitu,” posting Swisher dalam blognya.

Sebagian karyawan juga mengeluhkan ketersediaan kantor yang kurang memadai, mereka mengaku bahwa Yahoo tidak memiliki kantor di bagian kota.

Walaupun setelah Mayer masuk ke Yahoo pada Juli 2012, mantan VP Google tersebut telah melakukan beberapa fasilitas kepada karyawan. Di antaranya memberikan makan siang gratis dan sebuah smartphone kepada karyawan.

Namun keputusan terbarunya ini memang dinilai terlalu berani. Beberapa pihak bahkan menyayangkan, “20 tahun lalu ketika semua alat pekerjaan hanya ada di kantor, semua file dan dokumen tersimpan rapi di sana, kita berada di kondisi yang berbeda sekarang. Di mana banyak penelitian yang menunjukkan bahwa fleksibilitas meningkatkan produktifitas, moral dan kesehatan pekerja,” tulis Lisa Belkin, Senior Columnist di The Huffington Post.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar, Yahoo diharapkan dapat menjalankan kebijakannya dengan baik. “Kita semua ingin Mayer dan Yahoo menggunakan penilaian terbaik mereka, sehingga kolaborasi dan semangat yang sama akan tercapai,” tulis Belkin. (*)

Photo courtesy: technobuffalo.com

Tags: ,