Work Location, Faktor Attract Karyawan Setelah Gaji

Lilis Halim

Mungkin tidak akan ada habisnya jika kita bicara berapa kompensasi yang pantas diberikan untuk karyawan. Kata sepakat menjadi sulit untuk diperoleh oleh masing-masing pihak. Namun terlepas dari itu, perusahaan khususnya praktisi HR harus membuat framework yang tepat mengenai Compensation & Benefit untuk memotivasi karyawan.

“HR harus mengetahui apa yang membuat mereka (karyawan) tertarik di organisasi. Apa yang membuat mereka tidak mau pindah, jadi reward itu memang penting,” ujar Lilis Halim, Consulting Director PT Tower Watson Indonesia.

Lilis yang menjadi pembicara pada Seminar “How to Make a Great Salary Review & Budgeting in 2013” di Hotel Harris Tebet hari ini mengakui bahwa tren Compensation and Benefits di Indonesia mulai berubah. Apalagi ditambah dengan munculnya Generation Y. “Dalam mengukur reward karyawan, yang perlu kita ingat adalah tidak menyamaratakan semuanya menjadi satu,” ujar Lilis. Untuk itu menurutnya perusahaan harus mengetahui karakter dan masing-masing effort karyawan di dalam organisasi.

Berdasarkan survey yang dilakukan Tower Watson dengan melibatkan 113 ribu karyawan di Indonesia, secara umum ada 5 aspek yang bisa menarik (attract) karyawan. Di urutan pertama tentunya base pay atau Salary. “Salary is a critical driver for getting and keeping employee,” tutur Lilis.

Aspek ke-2 yaitu Work Location, hal ini baru muncul dalam survei tahun 2012. “Biasanya karyawan akan memilih kantor yang lebih dekat dengan rumahnya, apalagi situasi traffic yang semakin tidak menentu,” tambah Lilis.  Selanjutnya Career advancement opportunities juga dicari karyawan, terlebih Gen Y. “Yang paling dicari Y generation adalah berapa lama saya bisa sampai puncak jika bekerja di sini,” ujar Lilis.

Aspek ke-4 dan 5 yang cukup membuat karyawan tertarik adalah opportunities to learn new skills dan Healthcare dan wellness benefits.

Pentingnya memantaskan salary untuk karyawan membuat salary survey seharusnya dilakukan perusahaan. “Salary survey adalah proses yang sistematis yang dikumpulkan dari kombinasi  antara cash compensation and benefits untuk karyawan mereka,” ujar Lilis. Menurutnya salary survey sebaiknya dilakasanakan dengan benar. “Karena kita percaya setiap orang ada nilainya, dengan salary survey organisasi tersebut menjadi punya acuan berapa gaji yang mesti dibayarkan atau berapa nilai promosi yang mesti dikeluarkan perusahaan untuk karyawan mereka,” ujar Lilis.

Namun tidak bisa dipungkiri, perusahaan tetap akan menanggung beban cost yang semakin tinggi setiap tahunnya. Hal itu disebabkan dari ekspektasi karyawannya. “Cost itu meningkat dari tahun ke tahun karena ada expectation dari karyawan, seolah-olah itu sudah keharusan. Walau perusahaan mengalami untung atau tidak, harapan karyawan untuk menerima peningkatan salary atau reward selalu ada,” ujar Lilis.

“Yang terpenting perusahaan tetap bisa mempertahankan top performer mereka dengan memanage cost yang ada,” ujar Lilis. (*/@nurulmelisa)

 

Tags: ,