“Work-Life Balance” Bisa Tingkatkan Keuntungan Perusahaan

Perusahaan mana yang tak ingin punya karyawan yang bekerja lebih keras? Ada cara yang "sederhana" untuk mewujudkannya. Doronglah karyawan untuk lebih memiliki keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan di kantor, dan rasakanlah manfaatnya yang menguntungkan.
Menurut sebuah survei, organisasi yang membantu karyawannya untuk mencapai keseimbangan yang bagus antara hidup dan kerja akan memperoleh pendapatan bersih per tahun 20 persen lebih besar per karyawan, dibandingkan dengan perusahaan lain (yang tidak mempromosikan "work-life balance").
Logikanya, perusahaan yang secara aktif mendorong karyawannya untuk memiliki keseimbangan yang besar antara rumah dan kantor akan memiliki angka absensi yang kecil, kesejahteraan karyawan meningkat dan produktivitas lebih tinggi. Studi tersebut dilakukan oleh lembaga konsultan Morgan Redwood di Inggris.
Survei melibatkan lebih dari 100 pengusaha yang memiliki karyawan antara 250 hingga 10 ribu orang. Ditemukan bahwa mayoritas sepakat berpendapat "work-life balance" itu penting. Lebih jauh, lebih dari 9 dari 10 (93%) berpendapat bahwa ada kaitan antara kesejahteraan karyawan dengan kinerja bisnis perusahaan, dengan hampir 6 dari 10 mengatakan, kaitan itu sangat erat.
Disadari, iklim ekonomi yang sulit telah membuat tuntutan mengenai keseimbangan antara rumah dan kantor berada di bawah tekanan. Hampir separo dari pengusaha yang disurvei mengaku bahwa pendapatan mereka "drop" dalam 12 bulan terakhir. Hal itu membuat mereka mengurangi jumlah karyawan sehingga beban kerja per karyawan meningkat.
"Seiring dengan langkah-langkah penghematan yang dilakukan, perusahaan mestinya tetap waspada pada dampak yang bisa ditimbulkan dari aksi-aksi mereka," demikian Managing Director Morgan Redwood Janice Haddon mengingatkan.
"Work/life balance bukan hanya bagus untuk masa-masa bisnis berjaya. Melainkan, memiliki dampak fundamental bagi kinerja perusahaan dalam segala situasi," tambah dia.