Waralaba Minimarket Asing Serap Banyak Tenaga Kerja

Sejalan dengan perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), pelaku waralaba minimarket China pun dikabarkan akan melebarkan sayapnya ke Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, hal ini memberi harapan akan terbukanya lapangan kerja baru.

Waralaba itu memberikan kesempatan lapangan kerja, terutama di lokasi waralaba itu berada,  demikian ditegaskan oleh Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy di Jakarta beberapa waktu lalu.

WALI mendesak pemerintah agar melakukan kebijakan yang pro terhadap pelaku usaha waralaba lokal.

Disadari, serbuah waralaba minimarket asing hingga ke daerah-daerah akan menciptakan persaingan dengan pasar tradisional. Namun, menurut Amir, hal itu merupakan tugas pemerintah untuk mengaturnya.

Jangan sampai menutup (minimarket asing). Bagaimana pemerintah mengeluarkan kebijakan, pasar tradisonal tetap jalan dan waralaba (minimarket) juga jalan, ujar dia.

Dari sisi ketenagakerjaan, Amir memberikan gambaran. Biasanya minimarket buka 24 jam. Itu atinya karyawan bekerja dalam sistem shift, minimal 2 maksimal 3 shift. Kalau satu shift saja 6 karyawan, maka bisa menyerap tenaga kerja hingga 18 orang per outlet.

Kalau (minimarketnya) itu ribuan, berapa tenaga kerja yang bisa diserap? Juga, waralaba itu kan pengusaha setempat, bukan pengusaha wilayah lain, jadi berkembangnya waralaba di daerah akan mendorong kota berkembang menjadi lebih hidup,  papar Amir.

Sektor waralaba di Indonesia pada 2010 diperkirakan akan terus menggeliat. Tahun lalu, omset Rp 82 triliun terakumulasi dari sektor ritel, makanan-minuman dan lain-lain. Perdagangan bebas ACFTA maupun ASEAN-Australia New Zealand FTA (AANZFTA) dipastikan akan menambah gairah sektor waralaba di Tanah Air.

Tags: