Versi Terbaru The 7 Habits Diluncurkan

Pada tahun 1989, Stephen R. Covey menulis sebuah buku motivasi berjudul “The Seven Habits of Highly Effective People (TSHOHEP)” yang berhasil memberikan banyak inspirasi kepada pembacanya. Berdasar pada buku tersebut, akhirnya FranklinCovey, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang performance development (peningkatan kinerja) karyawan, meluncurkan sebuah program computer yang diberi nama serupa. Program tersebut bermanfaat bagi penggunanya untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinannya.

Dari waktu ke waktu, performa produk terus diperbaharui, dan yang terbaru adalah versi Signature 4’0 yang dirilis bersamaan dengan peringatan 25 tahun TSHOHEP. Dalam program tersebut, beberapa fitur anyar ditambahkan di antaranya, games-games simulasi yang lebih bergam, aplikasi terbaru untuk ponsel, video, leader implementation program, dan juga alat asesmen.

“Perbedaan dari versi pendahulunya adalah bahwa pada versi terbaru ini, para pengguna dapat melakukan assessment pada saat sebelum memakai program dan setelah khatam dengan program ini. Dengan begitu, mereka bisa membandingkan dan melihat peningkatan apa yang telah diraih,” ungkap Catherine Nelson, Leadership Consultant & Practice Leader, FranklinCovey US dalam seminar launching di Hotel Kempinski Jakarta.

Baca juga: Kembali ke Fitrah, Pelajaran Penting dari Stephen R. Covey

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa produk yang di Indonesia didistribusikan oleh perusahaan konsultan, Dunamis, ini memiliki keunggulan lain yakni kesesuaian konten dengan generasi milenial. Menurutnya, program terbaru ini juga memfasilitasi generasi Y untuk bisa menjadi orang yang efektif dengan mempertimbangkan karakter yang mereka miliki.

Secara singkat, berikut adalah tujuh kebiasaan orang efektif yang menjadi landasan dalam penciptaan program leadership training tersebut:

1. Jadilah orang yang pro-aktif (Be Proactive)

Orang yang ‘biasa saja’ memandang suatu hal dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan orang yang efektif. Ketika orang biasa (ordinary) mengatakan, “biarkan hal itu berjalan sebagaimana mestinya dan itu bukan urusan saya”,maka orang yang proaktif tidak demikian. Daripada mengacuhkan, mereka bisa lebih peduli dan mengatakan, “saya punya kebebasan untuk memilih dan bertanggung jawab atas kebahagiaan saya sendiri.

2. Memiliki gambaran akan hasil akhir kerja kita (Begin with the end in mind)

Seorang yang sangat efektif memiliki visi dan misi sendiri dalam hidupnya. Mereka sadar bahwa merekalah yang paling berhak untuk membentuk masa depannya sendiri. Oleh karena itu, ia tidak akan membiarkan orang lain menentukan tujuan hidupnya atau bahkan ikut-ikutan orang lain yang dikagumi tanpa pertimbangan yang matang.

3. Mengerti prioritas

Inti dari menyusun prioritas adalah mengutamakan apa yang paling penting untuk kesuksesan tujuan hidup kita. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mendaftar kegiatan-kegiatan dan mengelompokkannya berdasarkan dua kriteria, yaitu important (penting) dan urgent (mendesak).  Kegiatan yang paling penting dan mendesak itulah yang harus kita kerjakan terlebih dahulu.

4. Mengambil solusi yang menguntungkan semua pihak yang terlibat (win-win solution)

Ketika bekerja dalam tim atau menjalin kerja sama dengan orang lain, ada satu hal yang harus kita perhatikan ketika timbul permasalahan. Hal tersebut adalah mencari solusi yang sifatnya menguntungkan kedua belah pihak atau win-win solution.  Tentunya, sebelum mencapai kesepakatan tersebut, kita harus terlebih dahulu memaparkan ekspektasi masing-masing.

5. Mau mengerti, sebelum ingin dimengerti

Kebiasaan kelima dari orang yang efektif adalah kemauan untuk mengerti orang lain sebelum mengharapkan orang lain mengerti dirinya. Untuk mengerti keinginan orang lain, kita harus mau mendengarkan ketika mereka bicara dan menunjukkan rasa empati.

6. Bersinergi

Gambaran sederhana dari kata “sinergi” adalah ketika satu ditambah satu bukan lagi dua, tetapi lebih dari itu. Sinergi ini terlihat ketika kita bekerja sama dengan orang lain. Contoh gamblangnya adalah ketika hasil yang kita peroleh dengan kerja tim jauh lebih besar daripada gabungan dari hasil kerja masing-masing anggota tim ketika bekerja secara individual.

7. Meng-uprade kompetensi diri

Misi penting dari kebiasaan ketujuh ini adalah melakukan investasi untuk mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan keterampilan yang kita miliki. Ada empat aspek dalam diri kita yang harus diperbaharui, antara lain badan, pikiran, hati dan hubungan dengan Tuhan.

Baca juga: Belajar Smart Trust dari Stephen M.R. Covey

Tags: ,