UU Tenaga Kerja RI Dinilai Terburuk

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai Undang-undang (UU) No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan merupakan salah satu yang terburuk di dunia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi Chris Kanter berpendapat, esensi dari UU tenaga kerja saat ini masih mengakomodir perlindungan pada orang yang sudah bekerja saja. Namun, belum menyentuh aspek pada orang yang belum bekerja.

“UU tenaga kerja No 13 paling jelek di dunia, hanya protek bagi yang sudah bekerja. Tak mengandung komponen agar yang bekerja tambah banyak,” kata dia di sela-sela acar diskusi di Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Menurut Chris, terlalu protektifnya UU terhadap pekerja mempengaruhi iklim investasi. Dia memberi ilustrasi dengan menyebut peristiwa rencana PHK terhadap 5000 karyawan yang dilakukan perusahaan asing di Indonesia yang tengah melakukan efisiensi beberapa waktu lalu.

Karena UU yang terlalu memprotek pekerja, perusahaan tersebut tak bisa mem-PHK karyawannya. Akibatnya, perusahaan tersebut hengkang ke Malaysia, dan hal itu bukan hanya menyebabkan PHK atas 5000 orang melainkan seluruh karyawan yang berjumlah 25.000 orang.

Padahal, papar Chris, jika UU tak terlalu memproteksi, maka paling tidak perusahaan asing tersebut bisa bertahan di Indonesia dan tak perlu ada PHK besar-besaran. Saat ini perusahaan tersebut di Malaysia sudah mampu mempekerjakan 95.000 orang.

“Itu hanya salah satu contoh, belum lagi kalau kita hitung terkait rencana investasi yang batal, itu yang tak pernah direkam, ada potential loss,” ujar Chris seraya menambahkan, sebenarnya sudah banyak keinginan untuk merevisi UU tersebut, termasuk dari usulan Kadin. Namun tidak pernah ada respon dari pemerintah.

“Padahal sudah ada juga kajian dari 5 universitas, tapi sepertinya UU itu sudah dianggap sebagai barang panas,” kata dia.

Tags: