Upah Tenaga Kerja Masih Kompetitif

Salah satu isu yang mencuat seiring dengan mulai diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN-China adalah soal upah buruh di Indonesia yang dinilai masih cukup tinggi. Namun, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu optimistis Indonesia masih bisa bersaing dengan China soal upah buruh.

Dikatakan, upah buruh di China saat ini terus mengalami kenaikan sesuai perkembangan gaya hidup dan menggeliatnya ekonomi negeri tirai bambu tersebut.Mari menuturkan upah minimum provinsi (UMP) di wilayah Selatan China saat ini mengalami tren kenaikan. Jika dibandingkan dengan UMP di Indonesia seperti di Jawa Tengah, Indonesia masih kompetitif.

“Di Selatan (China) itu UMP Rp 2-3 juta,” ujar Mari di Hotel Nikko, Jakarta akhir pekan lalu. Berdasarkan kunjungannya di wilayah Jawa Tengah kemarin, ia mengungkapkan industri-industri “apparel” seperti sepatu masih sangat kompetitif dengan China. Apalagi di wilayah Jawa Tengah UMP-nya masih berada di kisaran Rp 1 jutaan. “Kita masih kompetitif selama perdagangannya fair,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha Eddy Hartono mengungkapkan hal senada. Menurut salah satu pemegang merek produk garmen Hammer itu, tren perkembangan ekonomi China yang pesat, perlahan-lahan akan mengikis kekuatan daya saing negeri panda tersebut dalam hal tenaga kerja. “Saya yakin produk China juga tidak akan bersaing, karena gaya hidup mereka naik dan UMP juga naik,” kata Eddy.

Tags: