Untuk Diakui, Tak Cukup Hanya Kerja Baik

 

Sudah sewajarnya seorang profesional di sebuah organisasi bekerja dengan keras. “Kerja keras itu biasa. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang yang tidak bekerja keras. Masalahnya sekarang, selain bekerja keras, kita perlu dikenal dan terlihat kinclong.”

Demikian diungkapkan oleh Direktur Experd, biro konsultasi SDM, Eileen Rachman dalam bukunya yang berjudul Jadi Nomor Satu: Terdepan di Era Persaingan yang diluncurkan di Jakarta akhir pekan lalu.

Eileen mengaku, dalam pengalamannya sebagai konsultan, ia sering mendapati karyawan yang curhat bahwa tidak ada bedanya jadi pekerja yang “biasa-biasa” saja dengan pekerja yang banting-tulang dan “luar biasa”.

“Tetap saja saya harus melalui jalur standar, menunggu kenaikan pangkat dan gaji massal. Lama-kelamaan, saya berkesimpulan, orang yang menonjol atau tidak, tidak terlihat di perusahaan,” demikian Eileen mengutip karyawan yang curhat itu.

“Barangkali ini cerita klise. Tapi, coba pikir lagi, kapan Anda pernah berupaya secara khusus agar atasan melirik prestasi Anda? Jangan-jangan selama ini Anda hanya duduk manis di balik meja, merespon semua instruksi, bekerja cepat…Anda tidak pernah peduli kapan orang-orang menyadari kesuksesan Anda selama ini.”

Dengan kata lain, Eileen mengarisbawahi, seorang karyawan perlu punya kemampuan untuk “menjual” diri agar orang lain tahu kemampuannya.

Jenis Pekerjaan

Eileen mengatakan, tidak ada kaitan antara sukses individu dengan jenis pekerjaannya. “Kerap kita mendengar ungkapan, saya hanya administrator. Apakah seorang administrator tidak bisa menonjol dan meraih puncak karier dalam organisasi?” tanya dia retoris.

Bagi lulusan Fakultas Psikologi UI 1983 yang setahun terakhir secara rutin mengisi rubrik “Karir” di lembar Klasika Harian Kompas tersebut, tidak ada pekerjaan kelas satu atau kelas kambing. “Apapun peran yang Anda emban di organisasi, ingatlah untuk selalu mencari peluang yang bahkan tidak terpikirkan orang lain.”

Dicontohkan, seorang yang bekerja di bagian back office sekali pun tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan terobosan yang kreatif dan melahirkan ide-ide yang bisa mengubah sesuatu menjadi penting dan bermanfaat bagi perusahaan.

“Prinsipnya, jangan hanya bisa mengerjakan sesuatu, tapi jadilah ahli soluasi yang memiliki gaya khas,” pesan Eileen.

Eileen Rachman sebelumnya menulis bukuGaul: Meraih Lebih Banyak Kesempatan bersama Petrina Omar. Sebagai konsultan SDM, minat dan keahliannya terbentang dari leadership empowerment hingga personal image management. Ia juga menulis buku <i>Mengoptimalkan Kecerdasan Anak dengan Mengasah IQ dan EQ.

 

Tags: ,