Unilever Rintis Program Future Leader Berbasis Sustainability

PT Unilever Indonesia Tbk bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia kini sedang merintis program ULAS (Unilever Leadership Actions on Sustainability), di mana melibatkan peran para mahasiswa – para calon pemimpin bangsa – untuk menggali kreatifitas mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan saat ini untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Bertempat di Unilever Learning Center, Mega Mendung, Puncak-Bogor, kini tengah berkumpul 10 tim yang merupakan tim terbaik dari berbagai universitas. Selama 4 hari berturut-turut, dari 24-27 Juli 2012, para mahasiswa ini mendapat pembekalan untuk persiapan mereka akan mengimplementasikan program-program yang sudah didaftarkan.

Menurut Indrijati Rahayoe, Leadership & Organization Development Manager PT Unilever Indonesia, Tbk. Program ULAS yang merupakan kali pertama digelar, mendapat cukup banyak animo dari peserta. “Sangat penting untuk menumbuhkan semangat sustainability ini semenjak dini.  Program kompetisi ULAS ini merupakan sebuah langkah kecil yang Unilever Indonesia canangkan dalam upaya membentuk dan mengembangkan pola pikir mengenai sustainability di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” jelasnya.

Indri, menuturkan, sebanyak 57 ide-ide kreatif telah diterima panitia ULAS dan telah diseleksi oleh para juri yang terdiri dari internal Unilever dan para pakar sustainability. Dari hasil seleksi tersebut, telah terpilih 10 ide kreatif untuk mengikuti proses selanjutnya. Dari 10 ide kreatif ini, tiga diantaranya dipilih dari suara terbanyak hasil pilihan masyarakat terhadap video presentasi yang dibuat oleh para mahasiswa yang diunggah ke fanpage Unilever.

Indri menambahkan, “Di U Camp ini, mereka mendapatkan pelatihan dan informasi mengenai isu-isu sustainability, pelatihan kepemimpinan, pengetahuan managemen proyek, serta kegiatan team building.” Para finalis juga mendapat kesempatan membangun jaringan dan bertatap muka dan mendapatkan inspirasi dari berbagai tokoh terkemuka di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, seperti Prof. Dr. Emil Salim, pakar ekonomi dan lingkungan; dan young entrepreneurs diantaranya, Goris Mustaqim (pendiri Yayasan Asgar Muda, social enterprise pemuda yang bervisi mengembangkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat Garut), Iman Usman (pendiri Indonesian Future Leader), Nadine Zamira (Putri Bumi Indonesia 2009 & pendiri LeafPlus, konsultan komunikasi lingkungan), dan masih banyak lagi ,” jelas Indrijati Rahayoe.

Setelah menerima pembekalan di U Camp, lanjut Indri, para mahasiswa akan diberikan dana bantuan sesuai dengan proposal dana yang diajukan dengan maksimum nominal sebesar Rp. 20 juta untuk menjalankan program di masyarakat selama dua bulan, program ini berbasis masyarakat dan dapat terus digulirkan dan berkesinambungan. Dalam pelaksanaan programnya mereka akan mendapatkan pendampingan dari Unilever, Universitas Indonesia dan para mitra NGO. Hasil pelaksanaan program kemudian akan dinilai kembali oleh para juri untuk dipilih pemenang dari program ULAS ini.

Kriteria penilaian terdiri dari skala proyek (15%); elaborasi ide/kreativitas, motivasi, inovasi (15%), relevansi dan dampak untuk bisnis dan masyarakat, lingkungan, sosial, ekonomi (20%); kelayakan ide; dan program yang jangka panjang.

Sementara itu, Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia yang juga menjadi wakil ketua juri dalam program ULAS ini mengatakan, secara global Unilever telah berkomitmen untuk menerapkan pola pikir dan tindakan sustainability dalam menjalankan bisnis kami yang tertuang dalam Unilever Sustainable Living Plan. “Di mana kesuksesan yang kami raih di masa depan ditentukan oleh kemampuan kami menumbuhkan bisnis kami saat ini dan di waktu yang bersamaan menurunkan dampak negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan dampak sosial yang positif. Kegiatan ULAS ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Unilever Indonesia dalam menumbuhkan semangat sustainability di masyarakat,” imbuh Sinta.

Melalui kepedulian dan inovasi ide-ide kreatif para mahasiswa, sambung Sinta, diharapkan semangat sustainability ini akan terus tumbuh dan berkembang menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi dan mencapai kehidupan yang lebih baik di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan.  “Kami berharap langkah kecil dari generasi muda ini dapat terus menerus dikembangkan ke wilayah-wilayah lain di Indonesia sehingga akan membawa perubahan besar,” tukas Sinta lagi. (*)

Tags: ,