Unilever dan UT, Most Admired Knowledge Enterprise dari Indonesia

Dua wakil Indonesia dalam 2010 Asian Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Study terpilih sebagai pemenang dalam ajang pemilihan organisasi berbasis pengetahuan paling dikagumi di Asia. Kedua organisasi tersebut adalah Unilever Indonesia dan United Tractors.

Teleos, organisasi penyelenggara MAKE Global, dalam siaran persnya Jumat, 15 Oktober 2010 mengumumkan 16 organisasi di Asia yang berhasil menjadi pemenang 2010 Asian MAKE Study. Ke-16 organisasi tersebut adalah (secara alfabetis):
1. Eureka Forbes (India)
2. Infosys Technologies (India)
3. Korea Water Resources Corporation (S. Korea)
4. Larsen & Toubro – Engineering & Construction Division (India)
5. LG Electronics (S. Korea)
6. MindTree (India)
7. Ove Arup & Partners Hong Kong Ltd. (Hong Kong SAR, China)
8. POSCO (S. Korea)
9. Samsung SDS (S. Korea)
10. Singapore Armed Forces (Singapore)
11. Tata Consultancy Services (India)
12. Tata Steel (India)
13. Toyota Motor Corporation (Japan)
14. Unilever Indonesia (Indonesia)
15. United Tractors (Indonesia)
16. Wipro Technologies (India)

Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh Dunamis Organization Services, organisasi yang terpilih sebagai overall 2010 Asian MAKE Winner adalah Singapore Armed Forces dari Singapura. Para pemenang 2010 Asian MAKE Study dipilih oleh suatu panel yang tergabung dalam Asian MAKE Expert Panel yang terdiri dari 500 pemimpin bisnis dan pakar di bidang knowledge management serta pakar intellectual capital di Asia.

Penyerahan penghargaan 2010 Asian MAKE Winners ini dilaksanakan dalam 2010 World Knowledge Forum yang dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan, pada 14 Oktober lalu.
Managing Director Teleos, Rory Chase mengungkapkan, berbagai temuan menarik didapatkan dalam penyelenggaraan 2010 Asian MAKE Study. Di antaranya adalah MAKE expert panel menilai bahwa knowledge-based economy Asia didorong oleh beberapa sektor bisnis utama, yaitu industri manufaktur, eketronika, teknologi informasi dan badan usaha milik negara.

Menurut Chase, para pemenang Asian MAKE secara efektif telah berhasil mentransformasikan knowledge ke dalam setiap ide-ide, produk dan solusi yang dihasilkan oleh organisasi. Portofolio intellectual capital, intellectual assets dan brand mempermudah mereka untuk menghasilkan kinerja yang lebih dibanding para kompetitor dalam ekonomi global.

Chairman 2010 Indonesian MAKE Study dari Dunamis Consulting – pemegang lisensi MAKE di Indonesia, Satyo Fatwan menyebutkan, terpilihnya dua wakil Indonesia yaitu Unilever Indonesia dan United Tractors sebagai pemenang 2010 Asian MAKE Study membuktikan bahwa organisasi-organisasi di Indonesia telah berhasil mengembangkan knowledge yang mereka miliki. “Unilever Indonesia dan United Tractors dinilai oleh para MAKE expert panel sebagai organisasi yang berhasil dalam mengembangkan budaya knowledge sharing dan kolaborasi,” ungkap Satyo.

Tags: