Tunjangan Tunai Makin Disukai Ketimbang Mobil

Terjadi pergeseran tren tunjangan yang diberikan oleh perusahaan di seluruh dunia kepad karyawannya. Sebuah survei baru menemukan bahwa kini banyak perusahaan yang mengubah bentuk tunjangannya, dari mobil ke tunjangan berupa uang tunai.
Survei dilakukan oleh perusahaan konsultan bisnis Watson Wyatt, dan menemukan bahwa 3 dari 10 responden lebih memilik menyediakan tunjangan uang tunai ketimbang mobil. Angka tersebut merupakan peningkatan dua kali lipat dibandingkan dengan 4 tahun lalu.
Laporan bertajuk “2008 Company Car/Cash Allowance Report” tersebut, yang merupakan hasil dari penelitian yang meliputi 38 negara, juga mengungkapkan, 46% perusahaan masih memberikan pilihan antara mobil atau uang tunai. Sementara, hanya 23% yang hanya menyediakan tunjangan mobil saja.
Sehingga, kini perusahaan yang menyediakan hanya tunjangan tunai saja, atau tunai sebagai pengganti tunjangan mobil meningkat menjadi tigaperempat.
Secara khusus, survei menyoroti negara-negara di Eropa, dan ditemukan, kecuali Inggris, umumnya masih menyukai tunjangan mobil. Tujuh dari 10 perusahaan di Belgia, Yunani, Italia, Portugal dan negara-negara Eropa Timur tercatat hanya menyediakan tunjangan mobil saja, tanpa alternatif tunjangan tunai.
Konsultan Senior pada Watson Wyatt Anne Severeyns mengatakan, mobil sebagai strategi tunjangan terbaik yang selama ini diyakini, kini merupakan tantangan bagi perusahaan.
“Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa bisnis perlu menyediakan alternatif dalam soal tunjangan, dan ini semakin mendapat perhatian tidak hanya di Eropa tapi juga di Timur Tengah dan Afrika,” simpul dia.

Tags: