Tunjangan Pensiun untuk Karyawan Perusahaan Kecil Belum Memadai

Jurang perbedaan antara karyawan pada perusahaan besar dengan mereka yang bekerja di perusahaan kecil memang mengangga cukup lebar. Karyawan di perusahaan kecil selain kurang memiliki akses pada benefit-benefit yang berkaitan dengan perawatan kesehatan, juga ketinggalan dalam tunjangan masa pensiun.

Gejala yang terakhir itu mendapat perhatian serius dari Transamerica Center for Retirement Studies (TCRS). Sebuah studi terbaru yang mereka lakukan menyimpulkan bahwa karyawan pada perusahaan kecil tidak seberuntung mereka yang bekerja di perusahaan besar berkaitan dengan urusan pensiun.

Hasil studi menunjukkan, karyawan di perusahaan kecil cenderung kurang memiliki akses pada program-program dana pensiun, dan kurang aktif dibandingkan dengan karyawan perusahaan besar menabung untuk masa pensiun yang menyenangkan.

Studi yang dilakukan TCRS tersebut tak pelak mengingatkan bahwa karyawan di perusahaan kecil tengah dihadapkan pada tuntutan untuk lebih memperhatikan masalah pensiun. Dalam studi yang melibatkan 1400 karyawan tersebut, hanya sekitar seperlima karyawan perusahaan kecil yang mengaku telah menabung untuk persiapan pensiun.

Angka tersebut berbanding dengan hampir sepertiga pada karyawan perusahaan besar.
Di samping itu, hanya 37% karyawan perusahaan kecil yang yakin bahwa dana pensiun yang disponsori perusahaan bisa menjadi sumber pendapatan utama mereka selama masa pensiun nanti. Hal itu kontras dengan karyawan perusahaan besar, di mana hampir separo dari mereka berharap penuh pada dana pensiun sebagai penopang utama hidup mereka setelah tidak bekerja lagi.

“Rasanya belum cukup usaha yang telah dilakukan untuk membantu karyawan perusahaan kecil mempersiapkan pensiun yang menyenangkan dan aman,” ujar ahli tren pasar dan pensiun pada TCRS Catherine Collinson. “Rendahnya tingkat tabungan pensiun jelas mengkhawatirkan keamanan sosial masa depan, dan ini harus menjadi perhatian serius baik pihak pengusaha maupun karyawan,” tambah dia.

Fakta yang lebih mengkhawatirkan lagi, seperlima karyawan perusahaan kecil tidak menerima sama sekali benefit macam apapun dari perusahaan tempat mereka bekerja. Dan, terlepas dari itu, pada dasarnya menurut TCRS, perusahaan kecil cenderung menggaji karyawannya lebih kecil pula dibandingkan dengan perusahaan besar. Sehingga dalam soal persiapan masa pensiun pun, karyawan perusahaan kecil kedodoran.

“Seiring dengan makin banyaknya perusahaan kecil, menjadi makin vital pula bagi karyawan untuk menerima perangkat yang mereka perlukan untuk menyiapkan masa pensiun yang menyenangkan,” Collinson mengingatkan. Namun, studi menunjukkan bahwa untuk ke depan, situasi hanya memperlihatkan sedikit tanda adanya peningkatan. Di samping faktor biaya maupun buruknya manajemen, kesadaran karyawan sendiri juga mempengaruhi.

Tags: