Transparansi Keuangan Negara Terkendala SDM

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai sulitnya mewujudkan transparansi dan akuntanbilitas keuangan negara karena terkendala masalah kesiapan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala BPK Anwar Nasution dalam seminar “Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara Melalui Pengembangan SDM” di Auditorium BPK, Jakarta, Rabu (22/7) menuturkan, lambannya upaya pembangunan sistem keuangan yang transparan dan akuntabel disebabkan minimnya upaya terpadu dari pemerintah, terutama terkait peningkatan kualitas dan kuantitas SDM.

Lebih jauh Anwar memaparkan, sedikitnya ada lima faktor yang diduga sebagai penyebab lemahnya SDM untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Pertama, program pendidikan akutansi, kurikulum dan pengajarnya yang hanya diarahkan untuk mendidik tenaga pembukuan dan auditor atas barang serta jasa privat.

Kedua, keterbatasan jumlah SDM yang mumpuni di tingkat pemerintah pusat dan Pemda. “Jumlah SDM sangat terbatas yang memiliki latar belakang pendidikan, pengetahuan, dan keahlian di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah,” jelas dia seperti dilaporkan Bisnis.com.

Ketiga, kendala rekrutmen SDM yang berkualitas di banyak kementerian dan lembaga. Keempat, pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM yang ada tidak dirancang dan dilaksanakan dengan program yang jelas dan terjadwal.

Kelima, karir SDM pada bagian akuntansi dan pelaporan keuangan pada umumnya kurang berkembang. Untuk mengatasi kelangkaan tenaga-tenaga akuntan, Anwar menyarankan agar tenaga-tenaga BPKP disebarluaskan ke pemerintah daerah guna membangun sistem akuntansi pada instansi-instansi yang dibantu.

Selain bertujuan mendorong akuntabilitas keuangan negara, seminar tersebut juga merupakan tindak lanjut dari serangkaian kegiatan BPK yang sebelumnya telah mengadakan riset ke berbagai tempat di seluruh provinsi, dan melakukan dialog publik langsung dengan kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, mengenai wacana transparansi keuangan dan pengelolaan SDM di daerah.