Transformasi Digital Kompas

kompas-kecil

Media cetak di mana pun menghadapi tantangan dalam mengadaptasi perkembangan digital. Tidak terkecuali Harian Kompas yang terbit sejak 1965 itu. Dalam acara workshop GML Strategic di Hotel Four Season Jakarta beberapa hari yang lalu Ign Hardanto Subagyo, Business Director Kompas menceritakan transformasi Kompas mamasuki media digital.

“Kompas kini tidak lagi menghasilkan tulisan cetak tapi juga image, graphic dan audio video. Digital itu bukan kita lawan tapi kita adapt, karena akan menjadi bagian dari diri kita,” ujar Hardanto.

Kemudahan konsumen Kompas dalam mengadopsi media digital membuat mereka mengubah struktur bentuk harian Kompas ke dalam 3M, yaitu Multimedia, Multichannel, dan Multiplatform. Dengan itu Kompas masih bisa bertahan menjadi sumber referensi no 1 di Indonesia.

“Sangat penting di dunia digital ini menjadi yang pertama, karena kami telah mengadopsi bentuk digital, maka semua itu bisa dinikmati audience kami melalui semua platform yang mereka punya,” ujar Hardanto.

Hal lain yang melatarbelakangi Kompas mengadopsi digital adalah reading habits konsumen telah berubah. ”Kini tidak bisa lagi menunggu koran pagi Kompas di rumah baru kita jalan ke kantor, semua bisa diakses kapan saja melalui telepon selular yang kita punya,” ujar Hardanto.

Hardanto yang telah bergelut di bidang IT selama 20 tahun di Kompas ini juga menyampaikan 2 ancaman untuk media cetak yaitu boomingnya internet di belahan dunia mana pun dan perkembangan local community media yang makin besar.

Menurut Hardanto kini konsumen mengharapkan setiap produk secara individu dibuat sesuai dengan kebutuhannya, karena itu Kompas melakukan inovasi. “Media standard mulai kurang diminati, jargon “always on” menjadi wajib untuk media saat ini, karena konsumen kami cenderung mengakses informasi dan hiburan anytime at anyplace,” tutur Hardanto.

Transformasi ini tentunya menuntut perubahan besar di sisi Sumber Daya Manusia. “Kami melakukan pelatihan ke wartawan cetak untuk langsung ke lapangan, kami tetap terus meningkatkan kompetensi SDM dan efektifitas organisasi dan budaya inovasi,” ujar Hardanto.

Untuk mempertahankan improvement tersebut, Kompas membuat strategic management offfice division yang bertanggung jawab mengontrol kinerja tim Kompas. “Berbicara masalah strategi, kami memiliki 3 departemen yaitu departemen research, planning dan inovasi,” ujar Hardanto. (*/@nurulmelisa)

Tags: , ,